Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Peserta ujian pengisian pamong di Kalurahan Bejiharjo merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah Kalurahan Bejiharjo.
Tingkat kepuasan peserta ujian diungkapkan oleh Totok peserta ujian untuk posisi Danarta. Totok Untoro warga Padukuhan Madusari RT 01 RW 01 Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari yang mengatakan bahwa pelaksanaan ujian pamong di Kalurahan Bejiharjo berjalan dengan nyaman dan transparan.
"Kesan saya mengikuti ujian pamong di Bejiharjo ini terasa nyaman dan santai, untuk pelaksanaannya berjalan transparan terlebih saat koreksi," kata Totok dihadapan para peserta lainnya. Sabtu, (7/11/2026).
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/11/polisi-amankan-pria-di-potorono-bantul.html
Testimoni Totok ini tidak hanya menyoal pelaksanaan ujian semata namun Totok juga merasa puas dan juga terlayani dengan baik.
"Tidak hanya teransparan saja namun juga saya mendapatkan servis yang optimal, seperti konsumsi bahkan kami dapat kopi juga tadi pak," tambahnya.
Pelaksanaan ujian pamong untuk posisi Danarta dan Pangripta di Kalurahan Bejiharjo menjadi catatan sejarah dalam pelaksanaan ujian pengisian pamong, pasalnya dalam ujian pamong ini diikuti oleh 59 orang.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/11/polda-diy-usut-kerusuhan-aksi-20-dan-28.html
Lurah Bejiharjo Sigit Wibowo Nugroho menjelaskan untuk peserta ujian pamong di Kalurahan Bejiharjo terdaftar 63 orang, namun dalam pelaksanaannya terdata 59 orang.
"Untuk saat ini peserta ujian ada 59 orang yang sebelumnya itu 63 peserta, karena Satu orang peserta mengalami kecelakaan, dan yang tiga itu mengundurkan diri, sedangkan yang satu lagi itu diterima sebagai pegawai di sebuah instansi," kata Sigit kepada reporter INANEWS.id, saat mengawal ujian pamong di SMP Negeri 2 Karangmojo.
Lurah Bejiharjo Sigit Wibowo Nugroho juga mengatakan untuk proses koreksi ujian pamong di Kalurahan Bejiharjo dilakukan secara Hibrid.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/11/jelang-ujian-pamong-bejiharjo-63.html
"Untuk koreksi pada ujian pamong ini, pemerintah Bejiharjo menggunakan sistem Hibrid, jadi kita menggunakan koreksi Computer-Based Test atau CBT juga kita kombinasikan dengan cara manual. Semua ini dilakukan oleh panitia dan juga tim penguji untuk memberikan kepuasan dan transparansi dalam pelaksanaan ujian kepada peserta dan juga kepada masyarakat," jelasnya.
Sigit berharap pelaksanaan ujian pamong di Kalurahan Bejiharjo ini bisa berjalan kondusif dan juga tidak menemukan kendala yang berarti.
Hingga pukul 17.27 WIB Panitia dan Tim penguji masih melakukan koreksi hasil ujian pamong Kalurahan Bejiharjo.
(WAP)

Social Header