Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Jelang ujian pamong di Kalurahan Bejiharjo, 63 peserta ujian pamong mengikuti pembekalan dan menandatangani pakta integritas siap menang siap kalah, di balai Kalurahan Bejiharjo. Jumat (6/11/2026).
Pembekalan para peserta ujian pamong di Kalurahan Bejiharjo ini tidak hanya dihadiri oleh Lurah dan panitia ujian, namun juga dihadiri oleh Panewu Karangmojo dan juga perwakilan Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Gunungkidul.
Panewu Karangmojo Emmanuel Krisna Juwoto mengatakan kepada INANEWS.id pelaksanaan ujian pamong di Kalurahan Bejiharjo menjadi ujian pamong yang mengukir sejarah karena diikuti oleh peserta terbanyak sepanjang masa.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/11/karhutla-di-kalimantan-jangan-hanya.html
"Ini boleh dikatakan ujian pamong yang mengukir sejarah karena membludaknya jumlah pesertanya sebanyak 63 orang untuk posisi Danarta dan Pangripta, dan ini satu rekor sejarah," kata Emmanuel. Usai kegiatan pembekalan di balai Kalurahan Bejiharjo.
Emmanuel juga mengatakan Kapanewon Karangmojo secara penuh akan mendampingi ujian pengisian pamong Kalurahan Bejiharjo yang akan digelar pada Sabtu (7/11/2026) pada pukul 09.00 WIB.
"Kita dari Kapanewon secara Full akan membersamai Kalurahan Bejiharjo dalam pelaksanaan ujian pamong ini, hingga selesai," ujar Panewu Karangmojo Emmanuel Krisna Juwoto.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/11/gudang-kayu-di-imogiri-bantul-terbakar.html
Apa yang dilakukan oleh jajaran Kapanewon adalah sebuah suporting kepada Kalurahan dimana pengisian pamong yang memang diikuti banyak peserta ini.
"Kenapa kita kawal, soale sing ditoto wae sok luput opo meneh sing ora di Toto," tegasnya.
Terkait dengan banyaknya jumlah peserta ujian pamong yang memperebutkan dua posisi pamong, Danarta dan Pangripta, Emmanuel berharap bahwa para peserta memang ingin mendedidikasikan dirinya untuk pengabdian kepada Kalurahan Bejiharjo, bukan hanya untuk mendapatkan pekerjaan.
"Harapannya dari 63 orang ini nanti yang terpilih memang ingin mengabdi kepada Pemerintah Kalurahan Bejiharjo dan masyarakat Bejiharjo, bukan karena imbas dari sulitnya mendapatkan pekerjaan di waktu sekarang," ujarnya.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/11/senyum-anak-tk-masyithoh-pijenan-warnai.html
Sementara itu perwakilan Inspektorat Daerah (Irda) Gunungkidul yang di wakili oleh Inspektur Pembantu (Irban) Bidang Pemerintahan di Inspektorat Daerah Kabupaten Gunungkidul Arif Kuncahya, S.IP mengatakan bahwa kehadiran Inspektorat Daerah dalam ujian pamong memang adanya permintaan dari Pemerintah Kalurahan Bejiharjo.
"Kehadiran kami disini saat ini untuk melakukan pengawasan dalam ujian pengisian pamong pada esok hari dan kami memang diminta oleh Kalurahan," kata Arif.
Memiliki harapan yang sama dengan Panewu Karangmojo, Arif berharap agar pelaksanaan ujian pamong di Kalurahan Bejiharjo bisa berjalan dengan lancar aman dan kondusif.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/11/kurang-dari-24-jam-polisi-tangkap.html
Di waktu dan tempat yang sama, Lurah Bejiharjo Sigit Wibowo Nugroho mengatakan Pemerintah Kalurahan Bejiharjo yang telah menunjuk panitia pengisian pamong telah menjalani serangkaian tahapan yng berdasar dengan aturan yang ada, dirinya berharap agar pengisian ujian pamong yang akan digelar pada Sabtu (7/11/2026) akan berjalan dengan lancar.
"Untuk agenda hari ini kita bersama dengan Pemerintah Kapanewon dan disaksikan oleh Irda telah menggelar pembekalan baik sistem yang akan dilakukan hingga tadi juga para peserta melakukan penandatanganan pakta integritas siap menang dan siap kalah, karena ini memang ujian pamong yang diikuti oleh banyak peserta dan mungkin baru kali ini dan satu-satunya Kalurahan yang mendapatkan banyak peserta ujian 63 orang untuk lowongan dua posisi jabatan," kata Sigit.
"Semoga kami bisa menyelesaikan kegiatan ujian pengisian pamong dengan aman, tanpa kurang satu apa pun dan siapa pun yang terpilih besok akan berbuat untuk masyarakat Bejiharjo," tutup Sigit.
(WAP)


Social Header