Gunungkidul, (DIY), INANEWS.id - Ditengah derasnya arus informasi digital dan perkembangan jaman dimana masyarakat sedikit demi sedikit melupakan akar budayanya terlebih pada generasi saat ini.
Namun tidak demikian dengan masyarakat Gunungkidul yang masih memegang teguh budaya, adat dan tradisi yang diwariskan dari para leluhur yaitu Rasulan atau Bersih Desa.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/menag-nasaruddin-umar-tegaskan-tindakan.html
Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Padukuhan Gelaran Dua, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, yang menggelar pagelaran wayang kulit. Selasa, (2/6/2026).
Tak hanya mempertontonkan pagelaran wayang kulit, Rasulan di Padukuhan Gelaran Dua sebelumnya dipertontonkan pula kesenian Jathilan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/pengendara-supra-dan-cbr-terlibat.html
Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sugeng Nurmanto yang mewakili anggota DPRD Provinsi Yogyakarta Aris Setiadi, yang hadir dalam pertunjukan wayang kulit di balai Padukuhan Gelaran Dua mengatakan bahwa wayang kulit bukan hanya sebuah tontonan namun juga bisa menjadi tuntunan dalam menjalankan kehidupan.
"Wayang kulit ini salah satu hasil karya cipta dan karsa para leluhur sehingga keberadaannya haruslah bisa kita pertahankan dan harus kita perkenalkan kepada generasi saat ini, yang lebih akrab dengan mobile legends atau media sosial seperti TikTok atau sejenisnya," ungkap Sugeng.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/pemkab-gunungkidul-wacanakan.html
Sugeng juga mengatakan peran Pemerintah Provinsi Yogyakarta yang telah memfasilitasi pagelaran wayang kulit di setiap Rasulan menjadi perhatian serius Pemprov DIY dalam menjaga Keistimewaan Yogyakarta.
"Pagelaran wayang kulit ini kan bagian dari support dari Pemerintah Provinsi Yogyakarta melalui aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat khususnya Partai Amanat Nasional di Provinsi Yogyakarta, ini tanda kita mencintai budaya kita, dan Partai Amanat Nasional mendorong kembali masyarakat untuk mencintai budayanya," jelas Sugeng.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/penyegaran-organisasi-polres.html
Sugeng juga mengatakan kegiatan Rasulan dan pagelaran wayang kulit juga bisa menjadi sarana mempererat kerukunan masyarakat di tingkat padukuhan.
Sugeng berharap dengan terlaksananya Rasulan atau bersih dusun di Padukuhan Gelaran Dua ini kemakmuran dan keberkahan akan terlimpah kepada masyarakat Padukuhan Gelaran Dua.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/pengendara-vixion-meninggal-usai.html
Sementara itu Lurah Bejiharjo Sigit Wibowo Nugroho yang juga turut hadir dalam pergelaran wayang kulit kepada reporter INANEWS.id mengatakan terimakasihnya kepada anggota DPRD Provinsi Yogyakarta fraksi PAN Arif Setiadi dan juga Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul dari fraksi PAN Sugeng Nurmanto.
Sigit berharap dengan pelaksanaan Rasulan dan berbagai rangkaian budaya yang ada di setiap padukuhan di Kalurahan Bejiharjo dapat menimbulkan kembali kecintaan kepada seni dan tradisi yang telah diwariskan oleh leluhur dan nenek moyang.
(WAP)

Social Header