Jakarta, INANEWS.id - "Sudah jatuh tertimpa tangga", ungkapan itu sepertinya yang dirasakan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, yang mana setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dirinya sebagai tersangka, partai yang menaunginya malah memecatnya.
Setelah penetapan Hamenang Wajar Ismoyo ditetapkan sebagai tersangka, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memecat Hamenang.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/10/sabet-korban-dengan-celurit-di-imogiri.html
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai Komarudin Watubun menegaskan Bupati Klaten Hamenang sudah bukan lagi kader Partai PDIP, bahkan pemecatannya sedang dalam proses pada Senin kemarin.
"Bukan akan. Kita sudah proses kemarin, hari Senin kemarin untuk dipecat. Iya (sudah bukan kader)," kata Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai Komarudin Watubun saat ditemui di Sekolah Partai DPP PDIP, Rabu (21/10/2026).
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/10/dua-perempuan-diduga-curi-tiga-mesin.html
Menurutnya, partai telah berulang kali mengingatkan para kader, termasuk kepala daerah, agar tidak terlibat dalam praktik korupsi. PDIP juga tidak memberikan toleransi terhadap kader yang melakukan tindak pidana korupsi.
"Kalau untuk urusan korupsi, pasti kita pecat. Itu perintah ketua umum begitu karena kita sudah ingatkan terus," jelas Komarudin.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/10/atasi-godzila-el-nino-kalurahan-semoyo.html
Ia mengatakan, Hamenang juga pernah dipanggil dan diingatkan oleh partai beberapa bulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka.
"Termasuk Klaten itu juga berapa bulan lalu kan dipanggil, kita sudah ingatkan. Ini ada teropong-teropong menuju ke sana-sini, hati-hati. Gitu. Jadi namanya korupsi pasti kita pecat," sambungnya.
(WAP)

Social Header