Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Kapanewon Girisubo mampu menjadi ikon kolaborasi wisata maritim dan wisata pertanian.
Hal tersebut diungkapkan Panewu Girisubo Haryanto kepada reportase INANEWS.id di Kantor Kapanewon Girisubo. Senin, (19/1/2026).
"Saya melihat potensi kelautan yang besar di Kapanewon Girisubo baik dari hulu hingga ke hilir," kata Haryanto.
Haryanto juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah kapanewon sedang membuat konsep dalam menciptakan wisata terpadu dari berbagai kalurahan yang ada di Kapanewon Girisubo.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/mahasiswa-tewas-bersimbah-darah-di.html
Bersama dengan Panewu Anom, Hari Susanto yang memiliki latar belakang dari Dinas Pariwisata, Haryanto memiliki keyakinan dapat mewujudkan wisata maritim terpadu tersebut.
Wisata Maritim Kolaborasi dengan Pertanian
Teritorial Kapanewon Girisubo yang memiliki potensi kemaritiman karena bersebelahan langsung dengan Samudera Hindia ini, memiliki akar budaya maritim yang kuat. Hal itu bisa dilihat adanya event budaya sedakah laut yang menjadi event tahunan bagi nelayan di pesisir Girisubo.
Tak hanya itu keunikan Pantai Wediombo salah satu pantai selatan yang menghadap ke barat ini menjadi daya tarik bagi para Surfer (peselancar) pemula sebelum menapaki ombak-ombak besar di pesisir pantai selatan Pulau Jawa.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/ini-pesan-panewu-girisubo-saat.html
"Yang lebih menarik lagi ada salah satu Kalurahan, yaitu Kalurahan Tileng yang telah ditetapkan oleh Ngarsa Dalem sebagai Kalurahan Maritim, ini menambah keistimewaan Kapanewon Girisubo, kemarin para pencinta surfing juga telah memiliki agenda tahunan surfing di Pantai Wediombo, dan kami ingin event ini menjadi event tahunan bukan hanya surfer tanah air saja namun juga para surfer internasional," jelas Haryanto.
Potensi maritim lain adanya tempat pelelangan ikan terbesar di Gunungkidul yaitu tepat pelelangan ikan (TPI) Sadeng dimana TPI ini menjadi rujukan para nelayan di pesisir selatan baik yang dari Timur Gunungkidul maupun Barat Gunungkidul berkumpul untuk menjual hasil tangkapannya.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/tabrak-tiang-internet-di-ring-road.html
"Hasil laut kita juga menjadi andalan bagi pemenuhan kuliner maritim, ketersediaan hasil laut yang dilelangkan di TPI Sadeng ini jumlah nya tidak main-main, berton-ton. Ini bagian potensi kelautan yang di miliki Kapanewon Girisubo," imbuhnya.
Lumbung Mataraman Kalurahan Balong Pionir Kemajuan Pertanian Holtikultura di Girisubo
Terkait hasil bumi, keberadaan Lumbung Mataraman Kalurahan Balong bentuk nyata patahnya stigma bahwa Kapanewon Girisubo sebagai daerah gersang dan tandus.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/hindari-jalan-berlubang-pemotor-honda.html
Haryanto mengungkapkan dengan keberhasilan panen raya cabai di Lumbung Mataraman Kalurahan Balong ini mampu menghapus stigma tersebut.
"Kalo dibilang Girisubo tidak bisa ditanami, buktinya panen cabai di Lumbung Mataraman di Balong bagus bahkan hari ini sudah bisa panen hingga enam kali dan hasilnya bagus, tidak kalah dan lebih bagus dari tanaman cabai di kapanewon yang berada di wilayah utara," ungkapnya.
Kendati demikian semua itu tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada, dimana ketersediaan air menjadi permasalahan utama dan klasik di Kapanewon Girisubo.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/belasan-tabung-gas-3-kg-raib-di-warung.html
"Untuk pertanian kita memang bagus tapi masih ada kendala, yautu ketersediaan air, dan ini tantangan kita kedepan sebagai pemerintahan Kapanewon dimana kami sebagai fasilitator hal tersebut," terang Haryanto.
Ia berharap semua lurah dan masyarakat Kapanewon Girisubo mampu menangkap ide dan gagasan yang sedang dikonsep oleh pemerintah kapanewon dan mensuport terciptanya wisata maritim terpadu ini.
(WAP)

Social Header