Breaking News

Kebakaran Oven Kerajinan Kayu di Patuk Gunungkidul, Kerugian Ditaksir Rp 500 Juta


Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Kebakaran melanda sebuah oven pemanas kerajinan kayu di Padukuhan Gumawang, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (23/8/2025) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 500 juta.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Gunungkidul, Handoko, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 23.40 WIB. Informasi kejadian diterima Pos Induk Damkar Gunungkidul sekitar 10 menit kemudian, tepatnya pukul 23.50 WIB.

Baca juga: https://www.inanews.id/2025/12/tersengat-kabel-tegangan-tinggi-pekerja.html

“Berdasarkan hasil assessment di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran pada oven pemanas kayu yang sedang digunakan untuk proses pengovenan kerajinan,” kata Handoko dalam keterangannya, Rabu (24/8/2025).

Handoko menjelaskan, saat kejadian oven tersebut telah digunakan untuk proses pengovenan selama kurang lebih tiga hari. Api kemudian membesar dan menghanguskan seluruh bangunan oven beserta isinya.

“Oven yang terbakar berkapasitas sekitar 1.500 buah kerajinan guci kayu, serta material kayu berupa papan jati kurang lebih 20 meter kubik,” ujar dia.

Baca juga: https://www.inanews.id/2025/12/kejagung-tangkap-gus-yazid-dugaan-tppu.html

Kebakaran terjadi di lokasi usaha milik Sumarjono (45), seorang wiraswasta yang berdomisili di Padukuhan Gumawang, RT 25 RW 06, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pemilik usaha mengalami kerugian besar akibat rusaknya seluruh hasil produksi yang tengah diproses.

Untuk memadamkan api, tim gabungan diterjunkan ke lokasi. Unsur yang terlibat antara lain Regu 3 Damkar Gunungkidul, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul, TRC BPBD DIY, personel Damkar Bantul, Polsek Patuk, tim Search and Rescue, relawan, Pemuda Pancasila, serta masyarakat setempat.

“Api berhasil dipadamkan setelah dilakukan upaya pemadaman bersama oleh seluruh unsur yang terlibat, sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi,” tutur Handoko.

(ALX)

© Copyright 2022 - INANEWS