Breaking News

Beri PMT untuk 100 KPM, Ini Himbauan Kalurahan Tegalrejo


Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Stunting masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Indonesia baik yang ditingkat pusat, provinsi hingga desa.

Untuk menekan angka stunting yang ada di Kabupaten Gunungkidul khusunya di Kapanewon Gedangsari, pemerintah Kalurahan Tegalrejo bersama dengan Baznas DIY menggelontorkan anggaran sembilan juta rupiah untuk menangani stunting di Kalurahan Tegalrejo. 

Lurah Tegalrejo Sarjono mengatakan dari anggaran Baznas DIY dalam menurunkan angka stunting di Kalurahan Tegalrejo memberikan makanan tambahan bagi Ibu hamil dan juga balita.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/gegara-bakar-sarang-tawon-rumah-kosong.html

Sarjono mengakui bahwa angka stunting di wilayahnya masih menjadi yang tertinggi ke dua di Kapanewon Gedangsari.

"Untuk mempercepat penanganan penurunan stunting di Tegalrejo ini kami mendapatkan bantuan dari Baznas DIY sebesar sembilan juta dan telah kami berikan kepada 100 kelompok penerima manfaat (KPM) dimana 23 ibu hamil dan juga 77 balita yang terindikasi stunting," ungkap Sarjono.

Kendati hingga saat ini pemerintah Kalurahan Tegalrejo terus memberikan bantuan dan edukasi kepada masyarakat namun Sarjono menegaskan bahwa penurunan stunting yang masih tergolong tinggi di Kalurahannya ini bisa teratasi bukan hanya oleh pemerintah kalurahan semata namun juga masyarakat turut andil dalam pengentasan masalah stunting tersebut.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/alfamart-tambak-kulonprogo-dibobol.html

"Sebenarnya kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam turut serta menekan angka stunting ini, karena pemenuhan gizi anak itu menjadi tanggung jawab para orang tua juga, kami sebatas melakukan pendampingan dan juga memberikan stimulan seperti apa yang kami berikan PMT ini," kata Sarjono.

Sementara itu Kamituwa (Kasie Kesejahteraan) Kalurahan Tegalrejo Dalimin mengatakan dari data yang dimilikinya kasus stunting yang ada di Kalurahan Tegalrejo masih berkisar 95 anak dibawah lima tahun (Balita).

"Kita terus berupaya untuk bagaimana menekan angka stunting yang ada di Kalurahan Tegalrejo, termasuk dalam kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) hari ini," ungkap Dalimin. 

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/iuran-sampah-dipungut-ketua-rt-justru.html

Senada dengan Lurah Tegalrejo, Dalimin menegaskan bahwa peran orang tua menjadi kunci utama dalam penurunan angka stunting di Tegalrejo. Ia menambahkan kesadaran orang dalam memberikan makanan bergizi kepada anak menjadi syarat perkembangan tumbuh kembang anak. 

"Makanan bergizi itu kan tidak harus mahal, jadi selain bantuan yang kami berikan masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk memberikan makanan yang bergizi dan bermutu kepada anak-anak mereka, yang jelas makanan real food, bukan makanan olahan," kata Dalimin. 

Dari Pemberian Makanan Tambahan ini Kalurahan Tegalrejo memberiakan makanan tambahan berupa protein hewani berupa telur dan daging ayam, protein nabati berupa tempe dan juga buah sebagai pemenuhan gizi balita dan ibu hamil.

(WAP)

© Copyright 2022 - INANEWS