Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Program ketahanan pangan menjadi program strategis bagi pemerintah pusat yang dilakukan oleh pemerintah kalurahan.
Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Patuk yang sukses menjalankan program ketahanan pangan.
Melalui lahan tanah kas desa seluas 3,2 hektar Pemerintah Kalurahan Patuk berhasil menanam berbagai tanaman hortikultura.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/kecelakaan-di-temon-bus-sumber-alam.html
Lurah Patuk Catur Bowo kepada reportase INANEWS.id mengatakan program ketahanan pangan yang ada di wilayahnya tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan pangan semata namun juga untuk menunjang beberapa obyek pariwisata yang ada di Kalurahan Paruk.
"Untuk saat ini lahan 3,2 hektar telah ditanami berbagai tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, kangkung, kacang panjang, gambas dan terong, dan sudah mulai panen," kata Catur Bowo. Di balai Kalurahan Patuk. Selasa, (13/1/2026).
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/dana-desa-terpangkas-pemkal-semoyo.html
Catur juga mengatakan untuk saat ini program ketahanan pangan Kalurahan Patuk sudah bisa panen yang mana hasil panen dijual langsung kepada masyarakat Kalurahan Patuk.
"Hasil panen kita jual ke masyarakat sekitar, hasil panen untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat di Kalurahan patuk," kata Catur.
Untuk lahan ketahanan pangan Kalurahan Patuk sudah menggunakan pola penyiraman menggunakan springkel.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/motor-tabrak-truk-parkir-di-bantul.html
"Panen kali ini kita sudah panen jagung, pakcoy, gambas," jelasnya.
Tak hanya pertanian, progam ketahanan pangan di Kalurahan Patuk juga di integrasikan dengan budidaya lele, adapun kedepannya Catur mengutarakan, limbah lele akan digunakan sebagai pupuk cair organik budidaya tanaman.
(WAP)

Social Header