Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Pemotongan Dana Desa (DD) secara sporadis oleh Menteri Keuangan tidak membuat Pemerintah Kalurahan Semoyo putus harapan. Pasalnya Pemerintah Kalurahan Semoyo sedang merencanakan pembangunan embung di lahan seluas 3 hektar.
Hal tersebut diungkapkan Lurah Semoyo Sudari kepada reporter INANEWS.id pada Senin, (12/1/2026) di Hermoyo Edupark. Sudari beralasan pembangunan embung yang berada di atas bukit ini guna mengairi tanaman holtikultura yang menjadi program Ketahanan Pangan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Kalurahan Semoyo, Kapanewon Patuk.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/motor-tabrak-truk-parkir-di-bantul.html
"Jadi seperti yang telah diintruksikan oleh Bapak Presiden kita agar setiap desa harus menjadi penopang program swasembada pangan, dan kemandirian pangan, jadi pembangunan embung ini kita lakukan karena di wilayah kami ini yang berbukit ketersediaan air agak sulit dijangkau, apa lagi program ketahanan pangan ini yang nanti dikelola oleh Bumdes atau Bumkal berada di perengan bukit-bukit, jadi mau tidak mau kita harus mengupayakan ketersediaan air terlebih dahulu baru kita bisa menanam," kata Sudari.
Sudari juga menyebutkan bahwa dana pembangunan embung ini alokasi dana desa yang 20 persen dana desa. Kedepan tidak hanya pembangunan embung dan pertanian hortikultura namun kalurahan dan bumdes juga akan menanam pohon Kelapa Genjah yang mana pohon kelapa ini memiliki buah yang banyak dan usia tanamnya lebih cepat.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/penyegaran-organisasi-polda-diy-rotasi.html
"Jadi kita juga akan tanam Kelapa Genjah selain keunggulannya buahnya banyak, pohonnya tidak tinggi seperti pohon kelapa pada umumnya dan usia tanam yang cepat kisaran 3 hingga 4 tahun, Kelapa Genjah ini juga bisa menahan bencana tanah longsor," ujar Sudari.
Untuk sumber air dari embung yang akan dibuat oleh Pemkal Semoyo ini selain untuk menaikkan air dari sumber mata air, nanti embung ini juga bisa berfungsi untuk memanen air hujan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/pasangan-sesama-jenis-diduga-berbuat.html
"Untuk melekasi pembangunan embung ini hari Rabu besok kita akan memulai pengerjaannya," imbuh Sudari.
Sudari juga menegaskan untuk pembangunan embung di alokasikan anggaran sebesar 180 juta, dimana hal tersebut mengingat dana desa Kalurahan Semoyo sebelum terkena pemangkasan sebesar 900 juta rupiah.
Pemerintah Kalurahan Semoyo juga berencana akan menyelesaikan semua proses sewa menyewa tanah kas desa yang ada.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/kecelakaan-maut-di-jalan-yogya-wates.html
"Jadi kita akan proses semua TKD yang kami miliki dimana ada sejumlah TKD yang sedang disewa oleh warga, dan TKD itu coba kita proses sehingga program ketahanan pangan ini akan lebih masif karena kecukupan lahannya," ujar Lurah Semoyo, Sudari.
Untuk konsep ketahanan pangan Kalurahan Semoyo akan melakukan budidaya lebah madu Pramuka, dimana kebutuhan madu untuk masyarakat cukup menjanjikan.
(WAP)

Social Header