Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Usai bencana tanah longsor yang menimpa warga Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen pada Selasa, (17/2/2026). Pemerintah Kalurahan Tancep akan melakukan relokasi korban terdampak tanah longsor.
Lurah Tancep Yudianto kepada reporter INANEWS.id mengatakan bahwa Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih telah menyatakan kepada pemerintah kalurahan untuk bisa merelokasi warga yang sangat terdampak.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/02/korsleting-diduga-jadi-pemicu-mobil-di.html
"Tadi Bupati juga menyampaikan dimana dimungkinkan relokasi, jadi relokasi bila mana bisa mengenakan tanah kas desa maka akan kami siapkan," kaya Yudianto.
Terkait lokasi relokasi, Yudianto masih menunggu hasil penentuan titik lokasi TKD yang cocok untuk relokasi dan aman dari bencana.
Yudianto juga berharap dengan kejadian tanah longsor di Wilayahnya, warga masyarakat di minta untuk tetap siaga dan memperhatikan keselamatan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/02/dianggap-mumpuni-lurah-wiladeg-rotasi.html
"Karena Kalurahan Tancep ini berada di bawah kaki bukit, jadi ya warga masyarakat harus waspada dan siaga mengingat rumah-rumah berada persis di bawah bukit ini, dan semoga ini menjadi bencana yang pertama dan terakhir di Kalurahan Tancep," ujar Lurah Tancep Yudianto.
Sebagai informasi bencana tanah longsor di Kalurahan Tancep terjadi di lima Padukuhan yaitu Sumberan, Banteng Wareng, Jono, Sendangrejo, dan Padukuhan Tancep.
Bencana tanah longsor disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Gunungkidul sejak siang hingga sore dengan intensitas tinggi.
(WAP)

Social Header