Yogyakarta, INANEWS.id - Aksi pencurian dengan pemberatan terjadi di kawasan Suryowijayan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 23.45 WIB. Empat tabung gas elpiji milik warga dilaporkan hilang dalam peristiwa tersebut.
Korban diketahui bernama Pardiyo (59), warga Gedongkiwo, Mantrijeron. Ia menyadari adanya aktivitas mencurigakan setelah memantau rekaman kamera pengawas (CCTV) di rumahnya sekitar pukul 23.30 WIB.
Melalui rekaman tersebut, korban melihat orang asing bolak-balik di sekitar rumah. Mengingat sebelumnya ia pernah kehilangan tabung gas elpiji 3 kilogram, korban segera memberi tahu warga sekitar.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/02/laka-tunggal-di-patuk-gunungkidul.html
Warga kemudian berkoordinasi untuk melakukan pemantauan di lingkungan kampung. Korban juga sempat memeriksa area semak-semak di dekat rumah, namun tidak menemukan pelaku.
Tak lama berselang, korban mendapat informasi dari seorang penjual bakmi bahwa ada pengendara sepeda motor PCX berboncengan meninggalkan lokasi. Situasi itu semakin menguatkan dugaan adanya aksi pencurian.
Pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 01.30 WIB, korban kembali melihat sepeda motor Vario berhenti dan menurunkan satu orang, lalu melaju ke arah utara. Tak lama kemudian, sepeda motor KLX warna hijau datang dari arah yang sama dan kembali tanpa membawa barang.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/02/pelajar-15-tahun-dibacok-di-jalan.html
Kecurigaan warga memuncak hingga akhirnya terdengar teriakan bahwa terduga pelaku pencurian telah tertangkap. Dua orang kemudian diamankan warga sebelum diserahkan ke polisi.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, IPDA R. Anton Budi Susilo, membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Benar, kami menerima laporan dugaan pencurian dengan pemberatan di wilayah Mantrijeron. Dua terduga pelaku sudah diamankan dan saat ini dalam proses pemeriksaan," ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Anton menambahkan, polisi telah menerima pengaduan, memeriksa korban dan saksi, mengumpulkan barang bukti, serta mendatangi tempat kejadian perkara. "Kasus ini masih dalam tahap penyidikan. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan hal mencurigakan," katanya.
(ALX)

Social Header