Breaking News

Main di Selokan Mantrijeron, Bocah 7 Tahun di Yogyakarta Ditemukan Meninggal Tenggelam


Yogyakarta, INANEWS.id - Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun berinisial DFA ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di selokan kawasan Tanjung Kiri, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Selasa (24/3/2026) sore.

Peristiwa tersebut bermula saat korban menghadiri acara syawalan keluarga bersama orang tuanya di wilayah Gedongkiwo, Mantrijeron. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban kemudian bermain bersama sejumlah anak di sekitar selokan Tanjung Kiri.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/03/polri-kembali-berduka-iptu-nur-alim.html

Sekitar pukul 14.00 WIB, korban masih terlihat bermain di lokasi tersebut. Warga setempat sempat memperingatkan anak-anak agar tidak bermain di sekitar selokan, namun peringatan itu tidak diindahkan.

"Korban bersama teman-temannya tetap bermain di sekitar selokan meskipun sudah diingatkan oleh warga," ujar Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda R. Anton Budi Susilo, S.Psi., M.M, dalam keterangannya.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/03/halal-bihalal-pemkab-gunungkidul-bupati.html

Pada pukul 14.30 WIB, korban dilaporkan hilang. Warga bersama keluarga sempat melakukan pencarian, namun korban belum ditemukan.

Sekitar pukul 17.00 WIB, seorang saksi menguras talud selokan dan menemukan korban dalam kondisi tenggelam. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Klinik Gading, Mantrijeron.

"Korban sempat dibawa ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga, korban dinyatakan sudah meninggal dunia," kata Anton.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/03/outlet-23-digerebek-polisi-temukan.html

Korban tiba di klinik sekitar pukul 17.20 WIB dan langsung mendapatkan penanganan di ruang IGD. Pemeriksaan medis menggunakan EKG memastikan korban telah meninggal dunia.

Selanjutnya, sekitar pukul 19.00 WIB, jenazah korban dibawa keluarga ke RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta untuk proses pemandian jenazah.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi anak-anaknya saat bermain, terlebih di area yang berpotensi membahayakan seperti selokan atau aliran air," ucapnya.

(ALX)

© Copyright 2022 - INANEWS