Breaking News

Dampak Perang Iran Atas Kondisi BBM Dalam Negeri, Budi Waljiman: Indonesia Masih Aman ‎


Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Indonesia menjadi negara yang mampu meredam dampak dari kelangkaan BBM atas dampak perang Iran, yang mana hampir seluruh negara Asia mengalami punic buying.

‎Wakil Ketua DPRD DIY H. Budi Waljiman, S.H., M.H., mengatakan hal tersebut saat melakukan kegiatan halal bihalal dan juga sambung rasa bersama kader Partai Gerindra di DPC Gerindra Gunungkidul. Rabu, (1/4/2026).

‎"Hingga hari ini faktanya negara-negara di asia, hanya Indonesia yang belum ada kenaikan harga BBM, padahal kita konsumsinya paling banyak. Hari ini di Singapura sudah tembus 40 ribu perliter harga BBM nya disana, Filipina sudah kolap," kata Budi kepada wartawan.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/malioboro-bakal-padat-saat-kirab-hut.html

Budi menambahkan hingga saat ini pemerintah pusat masih berjuang agar harga bahan bakar minyak di Indonesia tidak mengalami kenaikan karena imbas perang Iran.

‎Budi juga mengatakan apa yang terjadi di dunia saat ini sudah dianalisis oleh Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kementeriannya sehingga lahir beberapa program seperti kemandirian pangan dan juga kemandirian energi terbarukan. Kendati saat ini pemerintah memberlakukan Work From Home (WFH) bagi sebagian masyarakat Indonesia untuk melakukan penghematan penggunaan BBM.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/03/aksi-penganiayaan-viral-di-jogja-polisi.html

"Masyarakat harus melihat sisi positif apa yang telah dilakukan oleh Prabowo, dimana saat ini program ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan ini menjadi penting, termasuk kemandirian energi, bagaiman Pak Presiden itu mau kita tidak tergantung dari bahan bakar fosil, dan hari ini kita sudah punya teknologi bagaimana mengubah sawit menjadi bio solar dan energi terbarukan lainnya seperti matahari maupun air, termasuk WFH ini sebagai penghematan karena kita juga tidak tahu pernah ini sampai kapan," ujar Budi salah satu orang yang dekat dengan Presiden Prabowo ini.

‎Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun non subsidi belum akan dilakukan penyesuaian atau kenaikan.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/03/bangun-komunikasi-kamtibmas-kapolres.html

Menurut keterangannya, keputusan tersebut diambil usai pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina, serta sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

‎Pemerintah juga memastikan ketersediaan BBM nasional aman dan meminta masyarakat tidak panik terhadap isu kenaikan harga. 

‎"Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian," ujar Prasetyo Hadi.

(WAP)

© Copyright 2022 - INANEWS