Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Pasca bencana dan langkah mitigasi bencana tanah longsor Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melakukan penanaman pohon di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen. Senin, (18/5/2026).
Penanaman pohon dengan tajuk "Strategi Konservasi Lahan Pasca Bencana Melalui Gerakan Gotong Royong Tanam 3000 Pohon Kehidupan".
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/seorang-pria-di-bantul-mengaku.html
Bupati Endah dalam sambutannya mengatakan dalam penanaman 3000 pohon di Padukuhan Jono, dirinya memilih menanam pohon nangka yang memiliki banyak kebermanfaatannya dan memiliki filosofi dan pendekatan akar sejarah dengan Kabupaten Gunungkidul.
Selain memiliki nilai historis “Babat Alas Nongko Doyong” yang menjadi cikal bakal Gunungkidul, pohon nangka telah ditetapkan sebagai flora identitas daerah berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/pria-penjaga-tpr-parangtritis-disabet.html
“Selain aspek identitas, nangka memiliki nilai ekonomi dan ekologis yang signifikan, sebagai penyangga bahan baku industri gudeg di Yogyakarta agar tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah seperti Lampung," Kata Bupati Endah dalam sambutannya.
Selain itu, Endah melanjutkan, akar nangka mampu menjaga keseimbangan lingkungan dan konservasi air. ia juga menjelaskan seluruh bagian pohon nangka mulai dari buah, daun yang bisa di jadikan untuk pakan ternak, hingga kayunya memiliki nilai guna yang tinggi bagi masyarakat.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/lima-pelaku-pengeroyokan-pemuda-di.html
“Menanam berarti menanam harapan untuk masa depan. Kami berharap ini tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi menjadi gerakan bersama yang terus berlanjut,” pungkas Bupati.
Sementara itu ditemui secara terpisah Lurah Tancep Yudianto kepada reporter INANEWS.id mengatakan dirinya bersama masyarakat berkomitmen untuk merawat apa yang telah dimulai oleh Bupati Gunungkidul dalam melakukan konservasi alam pasca banjir bandang yang melanda Padukuhan Jono.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/diduga-lepas-kendali-di-jalan-menurun.html
Yudianto juga menjelaskan 3000 pohon nangka dan juga akar wangi akan ditanam di setiap Padukuhan yang ada di Kalurahan Tancep.
"Karena hampir semua wilayah Kalurahan Tancep ini adalah dengan topografi perengan maka nanti 3000 pohon ini akan kami tanam di seluruh padukuhan yang ada di Kalurahan Tancep," ujar Lurah Tancep Yudianto.
(WAP)


Social Header