Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-45, Polres Gunungkidul menggelar kegiatan pembinaan Satpam yang diikuti unsur pimpinan instansi, badan usaha jasa pengamanan, serta anggota Satpam dari berbagai sektor, di Aula Patriatama Polres Gunungkidul, Selasa (6/1/2025).
Kapolres Gunungkidul AKBP Miharni Hanapi, S.I.K., M.M., melalui Wakapolres Gunungkidul Kompol Sumanto, S.H., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan loyalitas seluruh anggota Satpam yang selama ini berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja masing-masing.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/dua-ledakan-terdengar-kamar-rumah-di.html
"Selamat Hari Ulang Tahun ke-45 Satuan Pengamanan. Terima kasih atas pengabdian dan komitmen rekan-rekan Satpam sebagai garda terdepan pengamanan swakarsa yang mendukung tugas Polri," ujar Wakapolres Gunungkidul saat membacakan sambutan Kapolres.
Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan bahwa Satpam bukan sekadar penjaga fasilitas, melainkan mitra strategis Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 4 Tahun 2020.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/fasilitas-baru-polsek-tepus-diresmikan.html
Kapolres juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme, integritas, serta sinergi Satpam dengan Polsek dan Bhabinkamtibmas guna mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Sementara itu, Kasat Binmas Polres Gunungkidul AKP Ristanto menekankan pentingnya menjaga sinergitas antara Polri dan Satpam sebagai bagian dari sistem pengamanan swakarsa yang saling melengkapi.
Menurutnya, sinergi tersebut harus dibangun melalui komunikasi yang intensif serta hubungan emosional yang baik antara aparat kepolisian dan Satpam di lapangan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/polres-bantul-rotasi-sejumlah-kapolsek.html
"Menjaga sinergitas Polri dengan Satpam dapat dilakukan melalui komunikasi yang baik serta membangun hubungan tali silaturahmi yang kuat antar-Satpam dan Polri. Dengan komunikasi yang terbuka, setiap potensi gangguan keamanan bisa dicegah sejak dini," ujar AKP Ristanto.
Ia juga menambahkan bahwa Satpam memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan Polri di lingkungan kerja masing-masing, sehingga pembinaan dan koordinasi harus terus diperkuat secara berkelanjutan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/diduga-odgj-mengamuk-di-kuta-bali-warga.html
"Satpam adalah mitra Polri. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis dan saling mendukung menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kamtibmas, khususnya di wilayah Kabupaten Gunungkidul," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Gunungkidul, Dasuki, menegaskan komitmen organisasinya dalam mengangkat harkat dan martabat Satpam agar semakin dihargai, diakui, dan dibanggakan oleh masyarakat.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/01/plafon-dijebol-atm-alfamart-tepus.html
"Sebagai organisasi profesi, kami berkeinginan membina keberadaan Satpam di Gunungkidul agar kompetensinya meningkat, baik di bidang keamanan maupun layanan di tempat kerja masing-masing," kata Dasuki.
Terkait penggunaan seragam Satpam sesuai standar terbaru, Dasuki menyebut APSI sebatas memberikan imbauan, sementara kewenangan penetapan dan penegakan standar berada pada institusi Polri. "APSI hanya menginformasikan dan mengimbau. Ketentuan resmi seragam Satpam merupakan kewenangan Polri, sehingga wajar jika Polri mendorong pengguna jasa agar mengikuti standar yang berlaku," ujarnya.
(ALX)


Social Header