Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Mengubah stigma Kabupaten yang tandus dan kering, pemerintah Kalurahan Ngalang, Kapanewon Ngalang berhasil membudidayakan tanaman melon.
Budidaya melon melalui media greenhouse yang didanai melalui dana keistimewaan Yogyakarta (Dais) ini mampu berhasil menambah pendapatan masyarakat Ngalang.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/tragis-bocah-di-bantul-meninggal-dunia.html
Lurah Ngalang Suharyanta mengatakan dengan anggaran dana keistimewaan Yogyakarta pemerintah Kalurahan Ngalang bisa melakukan panen melon yang mana kegiatan program ketahanan pangan ini nantinya akan di kelola oleh kelompok tani.
"Untuk program ketahanan pangan dengan greenhouse ini akan dikelola kelompok tani," kata Suharyanta. Selasa, (7/4/2026).
Panen melon di Greenhouse Kalurahan Ngalang mendapat perhatian khusus dari dinas pertanian dan pangan Kabupaten Gunungkidul Rismiyadi dan juga Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian DIY Suharsono.
Rimiyadi mengatakan dengan adanya program ketahanan pangan melalui dana keistimewaan nantinya dapat mendorong perekonomian masyarakat di tingkat Kalurahan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/diduga-hilang-kendali-di-tikungan.html
"Kalo setiap Kalurahan memiliki program seperti ini bisa mendorong perekonomian masyarakat lokal yang memang pangsa pasarnya juga masih terbuka luas," ujar Rismiyadi.
Sementara itu Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian DIY Suharsono berharap dengan Program ketahanan pangan di Kalurahan Ngalang tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan namun juga pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat Kalurahan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/operasi-gabungan-di-srandakan-puluhan.html
"jadi semangat nya penggerakan di sektor pertanian untuk swasembada untuk ketahanan pangan harapannya bagaimana komunitas bisa diproduksi di tingkat desa atau Kalurahan," harap Suharsono.
Dalam program Ketahanan pangan, Kalurahan Ngalang mendapatkan anggaran seratus juta rupia, dengan keberhasilan program ini pada tahun 2026 ini Kalurahan Ngalang akan mendapatkan kembali anggaran dari dana keistimewaan DIY sebesar dua ratus juta rupiah.
(WAP)


Social Header