Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Gunungkidul Suharno SE mengecam pemberitaan majalah Tempo edisi 13-19 April 2026 yang bertajuk "PT Nasdem Indonesia Raya TBK, Prabowo Subianto dan Surya Paloh menggagas penggabungan Partai Gerindra dan Partai NasDem paceklik di luar kekuasaan".
Menurut Suharno isi tulisan dalam Majalah Tempo edisi tersebut jauh dari fakta yang sesungguhnya, dan fitnah belaka dengan mengibaratkan Partai NasDem dengan perusahaan yang bisa di merger dengan partai lain.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/penemuan-mayat-di-kos-banguntapan.html
"Jika NasDem dikatakan PT itu menyakitkan bahkan bikin naik tensi kader Partai NasDem, saya menyayangkan sumber pemberitaan yang tidak beretika sebagai jurnalis," tegasnya kepada reporter INANEWS.id melalui hubungan pesan singkat. Kamis, (26/4/2026).
"NasDem itu bukan perusahaan yang tidak mudah terjual belikan gerakan restorasi tetap berjalan dengan ideologi dan gagasannya, berita di Tempo tidak menilai NasDem secara proporsional sebagai institusi yang menjaga pilar demokrasi, padahal NasDem konsisten berjuang untuk menyehatkan demokrasi," lanjut Suharno dengan nada tinggi.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/edarkan-ribuan-pil-sapi-satresnarkoba.html
"Pada pemilu 2024 meskipun berbagai upaya penghalangan, NasDem tetap tegak lurus dan mendapatkan kenaikan suara menjadi 14.660.516 suara 9,6 persen, sayangnya Tempo tidak melihat itu," sambungnya.
Terkait tudingan NasDem goyah Suharno menampik apa yang telah diberitakan majalah Tempo, ia mengungkapkan situasi internal NasDem tetap solid struktur mesin partai tetap utuh militansi kader semakin kuat bahkan tambahnya wajah baru di NasDem semakin menguat.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/jual-miras-tanpa-izin-dua-pria-di.html
Sebagai ketua DPD NasDem Gunungkidul dirinya tidak akan emosional atau tindakan anarkis melawan upaya propaganda politik, NasDem tetap menjaga budaya Jogja yang arif dan santun.
Lebih lanjut Suharno menegaskan terkait ada sejumlah kader maupun anggota NasDem yang keluar itu menjadi dinamika politik. Ia juga mengatakan kader atau anggota yang keluar dengan yang masuk tidak sebanding.
"Karena masih banyak yang masuk menjadi Kader NasDem bahkan lebih banyak yang bergabung ketimbang yang keluar dan itu biasa dalam sebuah organisasi apa lagi organisasi partai politik itu hal yang lumrah, jadi Tempo harus lebih jernih melihat itu semua," ujarnya.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/truk-box-bermuatan-vape-4-ton.html
Suharno meyakini Partai NasDem Gunungkidul dan DIY Masih Konsisten tegak lurus dengan cita-cita awal pendirian partai dan semangat membangun Republik Indonesia ke arah kemakmuran bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Sebagai informasi usai Majalah Tempo memberitakan tema fusi partai antara Partai NasDem dan Partai Gerindra, pada Selasa, (14/4/2026) Kantor redaksi majalah Tempo di Palmerah Jakarta di geruduk kader dan simpatisan Partai NasDem yang menuntut permintaan maaf atas pemberitaan yang di muat di Majalah Tempo tersebut.
(WAP)

Social Header