Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Permasalahan stunting di Indonesia masih menjadi konsentrasi serius bagi pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten atau kota.
Namun upaya penekanan angka stunting ini tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Perlu adanya komunikasi, edukasi maupun koordinasi antara pemerintah ditingkat yang paling bawah yaitu desa dengan stakeholder yang ada.
Hal tersebut seperti yang dilakukan Muslimehelfen yang ikut serta dalam upaya penekanan angka stunting yang ada di Kabupaten Gunungkidul.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/gerak-nyata-fkprn-ksatria-garuda.html
Muslimehelfen Jerman sendiri adalah lembaga donor yang mendanai kegiatan-kegiatan sosial yang ada di Indonesia, bersama dengan Yayasan Wahana Mandiri Indonesia (YWMI) sebagai pelaksana program-program Muslimehelfen yang berkedudukan di Indonesia telah membantu pemerintah Kalurahan (Desa) yang ada di Indonesia khususnya di Provinsi Yogyakarta dan salah satunya adalah Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo.
Upaya Muslimehelfen bersama dengan YWMI dalma menurunkan angka stunting di Kalurahan Bejiharjo yaitu dengan memberikan asupan makanan bergizi bagi 100 anak yang terindikasi resiko stunting.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/berhasil-manfaatkan-dana-keistimewaan.html
Direktur Yayasan Wahana Mandiri Indonesia (YWMI) Suharti program penurunan angka Stunting di Kalurahan Bejiharjo dilakukan Muslimehelfen bersama dengan YWMI dengan memberikan permakanan kepada seratus anak berisiko stunting.
"Untuk program penanganan stunting dari Muslimehelfen ini, Kalurahan Bejiharjo menjadi pilot project di Kabupaten Gunungkidul, dan kita telah melaksanakan program ini selama tiga bulan sejak Bulan Januari hingga Awal April 2026, dan selanjutnya kita akan melakukan evaluasi dari program ini, karena ini menjadi kegiatan yang terakhir," kata Suharti kepada reporter INANEWS.id di balai Kalurahan Bejiharjo. Rabu, (8/4/2026).
Suharti juga menekankan dalam program ini Muslimehelfen bersama dengan YWMI tidak hanya memberikan permakanan bagi seratus anak berisiko stunting namun juga memberikan edukasi kepada para orangtua dan juga Kader Posyandu.
Suharti menilai peran orang tua dan Kader Posyandu menjadi garda terdepan dalam penurunan angka stunting di Indonesia.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/tragis-bocah-di-bantul-meninggal-dunia.html
"Kami tidak hanya memberikan permakanan bergizi bagi seratus anak saja namun kami juga memberikan edukasi kepada orang tua dan juga Kader Posyandu, karena orang tua menjadi kunci keberhasilan dari program penurunan angka stunting ini, karena orang tua yang selalu mendampingi tumbuh kembang anaknya, maka dari itu kami memberikan edukasi pada orang tua dan juga kader," ujarnya.
Sementara itu Carik Bejiharjo Eni Lestari kepada reporter INANEWS.id mengungkapkan bahwa pemerintah Kalurahan Bejiharjo sangat terbantukan dengan kerjasama dengan YWMI dan Muslimehelfen menurutnya pemerintah kalurahan tidak mampu mengatasi semua permasalahan yang ada dimasyarakat tanpa ada uluran tangan dari para stakeholder.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/diduga-hilang-kendali-di-tikungan.html
"Kami sangat terbantukan dengan adanya para stakeholder seperti Muslimehelfen dan juga Yayasan Wahana Mandiri Indonesia ini, dan kami sangat berterimakasih atas apa yang telah diberikan kepada pemerintah Kalurahan Bejiharjo," kata Carik Bejiharjo.
Eni lestari berharap banyak para lembaga-lembaga lain yang bisa membantu pemerintah Kalurahan Bejiharjo dalam membantu program-program pemerintah seperti halnya penurunan angka stunting di Kalurahan Bejiharjo. seperti yang dilakukan oleh Muslimehelfen dan YWMI.
(WAP)


Social Header