Yogyakarta, INANEWS.id - Panitia Hari Lahir (Harlah) dan Syawalan Forum Komunikasi Perjuangan Rakyat Nusantara (FKPRN) Ksatria Garuda Nusantara memaparkan rangkaian program pengabdian kepada lingkungan, masyarakat, dan generasi muda saat melakukan koordinasi sekaligus sowan kepada Wali Kota Yogyakarta.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 April 2026, mulai pukul 05.30 WIB hingga 23.00 WIB di kawasan Girli Code Selatan, Jembatan Tungkak, Jalan Kolonel Sugiyono, Yogyakarta. Agenda ini mengusung semangat kebersamaan, kepedulian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/berhasil-manfaatkan-dana-keistimewaan.html
Ketua panitia, Nataniel Budi Setyanugroho, mengatakan rangkaian kegiatan disusun secara terpadu dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Sejumlah kegiatan yang akan digelar antara lain senam sehat gratis untuk umum pada pukul 05.30-08.00 WIB dengan instruktur Sina. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.
Selain itu, kerja bakti lingkungan di bantaran Kali Code Selatan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada Minggu, 12 April 2026 pukul 07.30-10.00 WIB dan Minggu, 19 April 2026 pukul 08.15-10.00 WIB. Kegiatan dimulai dari Jembatan Tungkak hingga selatan Dam Tungkak.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/tragis-bocah-di-bantul-meninggal-dunia.html
Kerja bakti tersebut dikoordinasikan oleh Fansah dan melibatkan warga, termasuk Tariyono dari RT 84 Karanganyar yang selama ini dikenal aktif menjaga kebersihan lingkungan bantaran Kali Code.
Panitia juga menggelar lomba gambar anak untuk siswa sekolah dasar kelas V ke bawah. Lomba menggunakan media kardus berukuran maksimal 10 sentimeter, dengan registrasi ulang dimulai pukul 10.00 WIB di Sekretariat FKPRN KGN. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Abdul Rahman, Widuri, dan Leli.
Selanjutnya, pentas seni rakyat akan digelar pukul 10.00-15.00 WIB, menampilkan berbagai potensi seni budaya masyarakat setempat. Kegiatan ini dimotori oleh Agus Kofakafia dan Sutris PMMY bersama Sanggar Seni Budaya Rajawali Mas.
Doa bersama lintas agama dan kepercayaan juga dijadwalkan berlangsung pukul 14.35 WIB sebagai simbol persatuan dan toleransi.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/diduga-hilang-kendali-di-tikungan.html
Puncak acara berupa sarasehan kebangsaan mengangkat tema "Pencegahan Kenakalan Remaja Ekstrem di Jalanan Dampak Pengaruh Geng". Wali Kota Yogyakarta direncanakan hadir sebagai pembicara utama sekaligus membuka acara.
Sejumlah narasumber turut dihadirkan, antara lain praktisi pendidikan Yuliana, akademisi Suryawan Raharjo, serta advokat Syarofi, yang akan membahas persoalan kenakalan remaja dari berbagai perspektif, termasuk hukum pidana.
Ketua Umum FKPRN KGN, Krisna Triwanto, mengatakan kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini sekaligus upaya mengangkat potensi kawasan Girli Code Selatan menuju kampung wisata berbasis masyarakat.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/operasi-gabungan-di-srandakan-puluhan.html
Program tersebut akan diawali dengan penanaman pohon buah sebagai dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat, serta rencana pengembangan taman kuliner buah dan warung rakyat di kawasan tersebut.
Selain itu, panitia juga merencanakan penebaran ikan di Kali Code sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, panitia berharap dapat memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membentuk generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.
(ALX)


Social Header