Breaking News

Harlah FKPRN di Kali Code Dorong Kepedulian Lingkungan dan Soroti Kenakalan Remaja


Yogyakarta, INANEWS.id - Forum Komunikasi Perjuangan Rakyat Nusantara Ksatria Garuda Nusantara DPP RI (FKPRN KGN DPP RI) menggelar rangkaian kegiatan Hari Lahir (Harlah) dan Syawalan 2026 di bantaran Kali Code bagian selatan, Yogyakarta. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan aksi sosial yang menyasar lingkungan, masyarakat, dan generasi muda.

Ketua panitia, Nataniel Budi, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara swadaya dan mendapat respons tinggi dari masyarakat. Jumlah peserta bahkan melampaui kapasitas yang diperkirakan panitia.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/kecelakaan-tragis-di-tegalrejo-nenek-80.html

Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti pembersihan bantaran Kali Code yang berlangsung dalam dua tahap, yakni pada 12 April 2026 dan 19 April 2026. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat setempat serta mendapat dukungan dari pemerintah wilayah.

Camat Mergangsan, Suradi, turut membantu proses sosialisasi kepada LPMK dan warga Kampung Karanganyar RT 84 yang mencakup RW 16, 17, 18, dan 19. Dukungan juga datang dari Kelurahan Brontokusuman serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta yang menerjunkan tim ke lokasi.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/prajurit-kodim-0730gunungkidul-dapat.html

Pemilihan bantaran Kali Code sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengangkat potensi kawasan pinggiran sungai.

Selain aksi lingkungan, panitia juga menggelar senam sehat gratis pada 19 April 2026 yang diikuti warga setempat. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pentas seni rakyat yang menampilkan grup dangdut PMMY serta tari dari Sanggar Seni Budaya Rajawali Mas.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/setelah-sehari-pencarian-korban.html

Puncak kegiatan diisi dengan Sarasehan Nasional bertema pencegahan kenakalan remaja ekstrem di jalanan akibat pengaruh geng. Kegiatan ini menghadirkan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, sebagai pembicara utama, bersama sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.


Dalam sarasehan tersebut, dibahas sejumlah faktor penyebab kenakalan remaja, di antaranya peran keluarga dan lingkungan pendidikan. Narasumber menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam memberikan pengawasan dan pendidikan secara berkelanjutan.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/peredaran-miras-ilegal-di-pleret-dan.html

Selain itu, diperlukan penyediaan ruang alternatif bagi remaja, seperti rumah singgah dan pendidikan informal. Penanganan kejahatan jalanan juga dinilai perlu melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan kolaboratif.

Dari unsur kepolisian, disampaikan sejumlah langkah yang telah dilakukan, antara lain patroli rutin, pendampingan di sekolah, serta program pelaporan bagi anak yang belum pulang hingga pukul 22.00 WIB.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/brio-terlalu-ambil-kanan-tabrakan-adu.html

Sebagai bagian dari pemberdayaan generasi muda, panitia turut menggelar lomba menggambar menggunakan media kardus bekas. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi anak-anak tentang pemanfaatan limbah secara kreatif.

Para pemenang lomba mendapatkan trofi dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/mahasiswi-di-bantul-jadi-korban-begal.html

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Kesbangpol DIY yang menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam membina generasi muda serta mencegah kenakalan remaja.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, FKPRN KGN DPP RI menunjukkan komitmennya dalam mendorong kepedulian sosial dan lingkungan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi muda.

(ALX)

© Copyright 2022 - INANEWS