Breaking News

Pemangkasan Anggaran Disetiap Lini, Lurah Karangsari Semin : Kita Harus Keluar dari Zona Nyaman dan Lakukan Kompetisi dalam Pembangunan ‎

Ket. Foto: Lurah Karangsari (berkopiah) saat melakukan koordinasi dengan para dukuh dalam upaya membangun pengolahan sampah


Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Permasalahan sampah masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah maupun masyarakat di Provinsi Yogyakarta. sehingga keberadaannya haruslah memiliki keseriusan, karena tidak hanya memilah namun juga harus bisa menjadikan sampah menjadi nilai tambah, baik sebagai pengganti energi terbarukan maupun berdampak ekonomi masyarakat.

‎Terlebih ancaman perang global dan terjadinya perang antara Amerika-Israel versus Iran yang membuat dampak mahalnya minyak dunia meroket, menuntut masyarakat untuk berpikir inovatif dan juga kreatif dalam menciptakan energi terbarukan khususnya memanfaatkan sampah sebagai bahan bakunya.

‎Seperti yang baru-baru ini akan dilaksanakan oleh pemerintah Kalurahan Karangsari, Kapanewon Semin yang menangkap peluang tersebut.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/dukung-eliminasi-tbc-bupati-gunungkidul.html

Lurah Karangsari Supriyatna mengatakan kepada INANEWS.id bahwa dengan kondisi dunia yang juga berimbas kepada banyaknya anggaran dari pemerintah pusat kepada daerah maupun desa mengalami pemangkasan besar-besaran, sehingga dirinya menilai pemerintah kalurahan maupun desa harus bersaing dalam keluar zona nyaman dengan meningkatkan inovasi dan kreativitasnya dengan modal potensi yang ada di setiap kalurahan maupun desa.

‎Supri mengatakan, walaupun merubah mindset masyarakat agak sulit, namun dirinya tetap optimis masyarakat Karangsari bersama dengan Pemerintah Kalurahan Karangsari mampu mengupayakan hal tersebut.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/dampak-godzilla-elnino-1765-warga.html

"Dengan adanya pemangkasan anggaran dimana-mana baik anggaran daerah, maupun dana desa ini, saya ko berfikir kita ini dipaksa untuk keluar dari zona nyaman kita, kita dipaksa untuk berpacu dan berkompetisi dalam kreatifitas dan inovasi kita, dengan mengandalkan teknologi, dan semua ini untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan membiasakan masyarakat kita berfikir kreatif juga," kata Lurah Karangsari Supriyatna dibalai Kalurahan Karangsari. Senin, (13/4/2026).

‎Supri mengungkapkan bahwa banyak bahan-bahan yang selama ini dianggap oleh masyarakat tidak memiliki nilai bila di ubah bisa menambahkan nilai tambah. seperti mengubah sampah organik menjadi pupuk cair maupun pakan ternak unggas, atau berubah sampah anorganik menjadi briket maupun mengubahnya menjadi energi terbarukan.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/sopir-taksi-online-ditemukan-meninggal.html

"Buat kami ini menjadi tantangan, bukan halangan, kita bisa mengubah apa-apa saja yang selama ini kita buang menjadi bahan yang ternyata kita butuhkan setiap harinya, bagaimana kita bisa merubah limbah ban bekas menjadi aspal rubel atau aspal karet, dan saat ini kami bersama jajaran dan di bantu oleh stakeholder kami  praktisi pemberdayaan masyarakat pak Iriawan Jatiasmoro kita akan memulai hal itu yang kesemuanya untuk masyarakat," ungkap Supriyatna.

‎"Saat ini kita masih melakukan pemetaan potensi, dan dimana pilot project ini kita laksanakan (Padukuhan) karena tidak semua Padukuhan memiliki permasalahan dan kebutuhan yang sama, jadi kita sedang melakukan pemetaan terlebih dahulu. dan sesegera mungkin akan kita eksekusi, yang jelas kita harus keluar dari zona nyaman dan harus kompetitif," tutup Supriyatna.

(WAP)

© Copyright 2022 - INANEWS