Ambon, INANEWS.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan rohani warga binaan dengan menyelenggarakan Ibadah Ekaristi Kamis Putih, Kamis (02/04/2026). Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Misa Kamis Putih, atau yang dikenal sebagai perayaan “Perjamuan Terakhir” Yesus Kristus bersama para murid-Nya, yang merupakan bagian penting dari rangkaian Pekan Suci umat Katolik.
Ibadah Ekaristi Kamis Putih di Rutan Ambon dipimpin oleh Uskup Mgr. Seno Ngutra dan diikuti oleh seluruh warga binaan yang beragama Katolik. Perayaan berlangsung dengan penuh khidmat di aula Rutan yang telah disiapkan untuk memastikan suasana ibadah tetap sakral dan aman. Dalam homilinya, Uskup Seno Ngutra menekankan makna mendalam dari perjamuan terakhir, yaitu kerendahan hati, pelayanan kepada sesama, dan kesetiaan dalam iman. Ia mengajak warga binaan untuk meneladani kasih dan pengorbanan Yesus, sekaligus menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam menjalani masa pembinaan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/kasus-gadai-emas-gegerkan-warga-bima.html
Selain sebagai ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan iman dan penguatan karakter bagi warga binaan. PLT Karutan Ambon, Jefry Persulessy, menyatakan, “Kegiatan keagamaan seperti Ibadah Ekaristi Kamis Putih memiliki peran strategis dalam proses pembinaan. Tidak hanya membantu warga binaan menjalankan hak beragama, tetapi juga membimbing mereka untuk merefleksikan diri, memperkuat semangat perubahan, dan menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan.”
Ibadah Kamis Putih sendiri memiliki simbolisme yang mendalam. Selain memperingati perjamuan terakhir, kegiatan ini juga mengingatkan umat Katolik tentang pembasuhan kaki sebagai tindakan pelayanan dan kerendahan hati. Di Rutan Ambon, simbolisme ini dijelaskan oleh pastor pendamping kepada warga binaan sebagai bagian dari refleksi spiritual yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun berada di lingkungan pemasyarakatan.
Petugas Rutan yang mendampingi jalannya ibadah memastikan kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap hak beribadah warga binaan. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk merasakan suasana ibadah yang bermakna, menumbuhkan ketenangan batin, serta meningkatkan harapan mereka dalam menghadapi proses pembinaan.
Selain misa, kegiatan ini juga menjadi momen untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral secara praktis. Warga binaan diajak untuk introspeksi diri, memperkuat komitmen dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, serta menumbuhkan sikap saling menghormati antar sesama. Kegiatan ini menekankan bahwa pembinaan rohani tidak kalah penting dengan pembinaan kedisiplinan atau keterampilan, karena karakter yang kuat akan mendukung proses reintegrasi warga binaan ke masyarakat kelak.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/nyalip-kendaraan-motor-pelajar-smp-di.html
Dengan terselenggaranya Ibadah Ekaristi Kamis Putih ini, Rutan Ambon menunjukkan keseriusannya dalam menerapkan pendekatan pembinaan yang holistik: memadukan aspek fisik, mental, dan spiritual. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga pada pembentukan manusia yang lebih baik, bertanggung jawab, dan beriman.
Kehadiran Uskup Mgr. Seno Ngutra, pendamping rohani, petugas Rutan, dan warga binaan dalam ibadah Kamis Putih ini menegaskan pentingnya sinergi antara pembinaan rohani dan pengelolaan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, aman, dan penuh kasih. Melalui kegiatan ini, Rutan Ambon berharap warga binaan tidak hanya mendapatkan pengalaman ibadah yang mendalam, tetapi juga motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat di masa depan.
(C)***


Social Header