Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Setelah berhenti sejak tahun 1992, Pemerintah Kalurahan Patuk kembali menghadirkan seni tradisi Ledekan di Belik Jambe Padukuhan Gluntung, Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk. Kamis, (28/5/2026).
Lurah Patuk Catur Bowo mengatakan kepada reporter INANEWS.id bahwa bersih Belik Jambe dilakukan setiap tahun dimana kegiatan ini masuk dalam rangkaian peringatan hari jadi Kalurahan Patuk yang ke 93 tahun yang juga berbarengan dengan prosesi adat Rasulan Padukuhan Gluntung.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/seorang-pria-asal-sleman-ditangkap-usai.html
"Jadi sejak tahun 92 itu ada satu rangkaian prosesi bersih Belik Jambe yang hilang yaitu Kesenian Ledek, jadi untuk tahun ini kami pemerintah Kalurahan Patuk mencoba menghidupkan dan juga melengkapi prosesi bersih Belik Jambe dengan kesenian ledekan lagi," kata Catur Bowo.
Catur Bowo juga mengutarakan bahwa bersih Belik Jambe bukan hanya sebuah kegiatan bersih-bersih belik (Sumber mata air) namun kegiatan tersebut memiliki filosofi yang tinggi dalam kehidupan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/mobil-terbakar-saat-distarter-usai-cas.html
"Belik itu kan sumber mata air, dan air menjadi sumber kehidupan bagi semua manusia, karena tanpa air, kita susah, dan semua itu ada filosofi nya bagaimana sumber kehidupan itu seperti jiwa kita yang harus terus dibersihkan sehingga kita menjadi manusia itu akan mencapai pada tingkat kesadaran sejati nya manusia," terang Catur Bowo.
Adapaun Rasulan Padukuhan Gluntung Catur mengutarakan bahwa Budaya Rasulan adalah bagian rasa syukur kita kepada alam semesta yang memberikan kehidupan kepada seluruh umat manusia, sehingga kita mewujudkan dengan Rasulan atau sedekah Padukuhan.
Sementara itu senada dengan lurah Patuk, Dukuh Gluntung Ridwan mengungkapkan dengan digelarnya kembali kesenian Ledek dalam rangkaian bersik Belik Jambe ini, kelestarian budaya dan tradisi akan terpelihara dan terjaga.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/celurit-83-sentimeter-jadi-barang-bukti.html
"Memang kalo bersih belik nya itu setiap tahun kita laksanakan, tapi sejak tahun 1992 itu ada prosesi yang hilang yaitu seni kesenian Ledek, dan kami mendukung apa yang telah diinisiasi oleh Mbah Lurah dengan ditampilkannya lagi kesenian Ledek di Belik Jambe," kata Dukuh Gluntung.
Ridwan berharap dengan kegiatan bersih Belik Jambe ini dan ditampilkannya lagi seni Ledek dalam prosesi bersih Belik Jambe akan terawatnya budaya dan tradisi.
(WAP)



Social Header