Sleman (DIY), INANEWS.id - Yayasan STAK Yogyakarta menjalin sinergi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sleman dalam upaya memperkuat program sosial kemanusiaan dan penanganan stunting di wilayah Kabupaten Sleman.
Koordinasi kerja sama tersebut berlangsung di Markas Komando Yayasan STAK Yogyakarta, Kedulan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Senin (25/5/2026).
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/jelang-iduladha-masyarakat-pesisir.html
Kegiatan dihadiri sejumlah perwakilan BKKBN DIY dan Kalasan, di antaranya Yuhdi dan Affandi dari BKKBN DIY serta Dwi Winarsih dari BKKBN Kalasan. Hadir pula Ketua Umum STAK Yogyakarta Sigit Cemo, Duta Ibu Memanggil, jajaran pengurus STAK, serta anggota komunitas relawan.
Dalam pertemuan tersebut, BKKBN memaparkan sejumlah program bantuan sosial yang direncanakan untuk masyarakat sasaran. Program itu meliputi bedah rumah, bantuan sembako, jambanisasi, hingga edukasi bagi warga miskin dan rentan miskin.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/pengakuan-yasinta-moiwend-menggemparkan.html
Ketua Umum STAK Yogyakarta, Sigit Cemo, mengatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“STAK Yogyakarta siap mendukung dan bersinergi dengan BKKBN dalam menjalankan program-program sosial kemanusiaan. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya dalam penanganan stunting dan peningkatan kesejahteraan warga,” ujar Sigit Cemo.
Menurut dia, STAK juga siap menjadi mitra pelaksana maupun menjembatani jaringan relawan dan komunitas yang dapat mendukung realisasi program-program tersebut di lapangan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/ngobrol-bareng-stak-yogyakarta.html
Dalam koordinasi itu, BKKBN juga menyampaikan bahwa mekanisme penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan sistem dan konsep sosial yang telah dijalankan STAK Yogyakarta.
Selain itu, BKKBN mengusulkan sejumlah nama yang akan menjadi sasaran utama program, terutama keluarga dengan risiko stunting serta masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pendampingan dan bantuan sosial.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/kecelakaan-tunggal-di-bantul-pemotor.html
Sigit menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu program saja, melainkan terus berlanjut melalui berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya.
“Ke depan kami berharap sinergi ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata dia.
(ALX)


Social Header