Breaking News

Api Melalap Pabrik Kopra di Patuk Gunungkidul, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran


Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Sebuah pabrik kopra di Padukuhan Bunder, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terbakar pada Senin (22/6/2026) petang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Kasi Humas Polsek Patuk, Aiptu Purwanto, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan menghanguskan bangunan pabrik beserta tumpukan kopra yang tersimpan di dalamnya.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/pria-di-bantul-mengamuk-karena-orang.html

Purwanto menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika dua orang saksi bersama empat karyawan lainnya sedang melakukan pembakaran bahan baku kopra di tungku pengovenan sekitar pukul 17.10 WIB.

"Pada saat proses pembakaran berlangsung, api tiba-tiba membesar dan dengan cepat merambat ke seluruh area pabrik," kata Purwanto, Selasa (23/6/2026).

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/bocah-6-tahun-asal-sulawesi-tenggara.html

Melihat kondisi tersebut, para karyawan berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, besarnya api membuat upaya pemadaman tidak membuahkan hasil.


Para pekerja kemudian mengevakuasi diri dan meminta bantuan warga sekitar. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada petugas piket Polsek Patuk untuk segera mendapatkan penanganan.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/polisi-bubarkan-aksi-saling-tantang-dua.html

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Gunungkidul bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul dan personel Polsek Patuk diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman agar api tidak merambat ke area lainnya.

Menurut Purwanto, penyebab kebakaran diduga berasal dari percikan api tungku pengovenan yang memicu akumulasi panas dan sulit terdeteksi sejak awal. Kondisi itu diperparah oleh karakteristik kopra yang memiliki kandungan minyak tinggi.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/pengadaan-seragam-pns-dihentikan-pemkab.html

Selain itu, faktor pengendalian kadar air dan tata letak penyimpanan bahan baku yang kurang optimal diduga turut mempercepat penyebaran api. Berdasarkan pendataan awal, sekitar 160 ton kopra yang berada di dalam pabrik ikut terbakar.

Purwanto menambahkan, pabrik kopra tersebut baru beroperasi sekitar tiga minggu dan diketahui milik Hariria Inyong Jodi Pratama, warga Kota Semarang, Jawa Tengah. Akibat kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 100 juta dan tidak terdapat korban jiwa.

(ALX)

© Copyright 2022 - INANEWS