Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Gunungkidul masih menjadi wilayah yang memiliki resiko tinggi kebencanaan, sehingga perlu adanya mitigasi kebencanaan yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah namun juga peran aktif dari masyarakat desa itu sendiri.
Anggota DPRD Provinsi DIY dari Fraksi Partai Gerindra dari daerah pemilihan Gunungkidul Didik Kuswanto mengungkap bahwa permasalahan kekeringan masih menjadi masalah klasik di Kabupaten Gunungkidul.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/teror-beruk-di-permukiman-gading.html
"Permasalahan kita masih berkutat terkait kekeringan, walaupun masyarakat di Gunungkidul sudah hidup berdampingan dengan kekeringan namun permasalahan ini tetaplah harus diselesaikan secara tuntas," kata Didik Kuswanto di Kalurahan Kedungkeris. Selasa (9/6/2026).
Didik Kuswanto juga mengungkapkan selain kekeringan, Kabupaten Gunungkidul juga masih mengalami bencana-bencana seperti puting beliung pada saat musim pancaroba dan juga tanah longsor pada saat musim penghujan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/bakar-sampah-kayu-dapur-rumah-lansia-di.html
"Karena banyaknya resiko kebencanaan maka kami bersama dengan BPBD DIY mencoba melakukan sosialisasi mitigasi kebencanaan," ucap Didik Kuswanto.
Sementara itu Anggota Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) DIY Ahmad Zaki Ali yang hadir sebagai pemateri mengatakan bahwa mitigasi bagian awal dari pencegahan sebuah kebencanaan.
"Masyarakat ditingkat Kalurahan harus sudah dibiasakan dalam melakukan mitigasi, karena pada saat terjadi bencana yang harus diselamatkan adalah keselamatan diri, bukan harta benda," kata Zaki Ali.
Zaki Ali juga menambahkan bahwa masyarakat tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri namun juga harus bisa melakukan pertolongan pertama yang paling mendasar, dan selanjutnya bisa berkoordinasi dengan pihak Kalurahan dan juga BPBD.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/anggota-dprd-diy-didik-kuswanto-beri.html
"Karena kalo di Gunungkidul itu lebih seringnya bencana puting beliung maka mitigasinya adalah melakukan pembersihan ranting-ranting pohon yang sekiranya menimbulkan pohon tumbang pada saat terjadinya hujan disertai angin kencang, atau menanam tanaman atau pohon yang memiliki manfaat menahan air, ini bila wilayah tersebut berada di perengan-perengan sehingga dapat mencegah tanah longsor," ujarnya.
Sementara itu Dalam kegiatan sosialisasi yang bertemakan "Strategi relawan masyarakat dalam management dalam penanggulangan bencana kekeringan di Kalurahan Kedungkeris" yang diinisiasi oleh anggota DPRD Provinsi DIY Didik Kuswanto dan juga BPBD ini berharap masyarakat di Kalurahan Kedungkeris sudah bisa memanfaatkan potensi tanaman dalam pencegahan bencana kekeringan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/dandim-gunungkidul-minta-prajurit-jaga.html
Diwaktu yang bersamaan Lurah Kedungkeris Rusdi Martono meminta kepada tokoh masyarakat dan juga relawan kebencanaan tingkat Kalurahan untuk sudah mulai menyiagakan mitigasi kebencanaan.
"Kami ingin para relawan sudah dapat memahami terkait dengan mitigasi kebencanaan baik itu bencana angin puting beliung, longsor maupun bencana kekeringan yang kerap terjadi di Gunungkidul, walau saat ini kondisi tersebut sudah mulai teratasi sedikit demi sedikit," kata Rusdi Martono.
(WAP)


Social Header