Bantul (DIY), INANEWS.id - Sebuah kebakaran menghanguskan bagian dapur rumah milik seorang warga di Padukuhan Jomboran, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Rumah yang terbakar diketahui milik Mardi Utomo (90), warga setempat. Beruntung, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa karena api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke bangunan utama.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/07/satresnarkoba-polres-bantul-ungkap.html
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu kelalaian saat memasak. Korban sebelumnya memasak sayur sukun di dapur belakang menggunakan tungku berbahan bakar kayu. Setelah selesai memasak, korban masuk ke dalam rumah dan diduga lupa memadamkan api yang masih menyala di tungku.
Api kemudian menyambar tumpukan kayu kering yang berada di sekitar tungku. Kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke atap dapur yang terbuat dari anyaman bambu.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/07/modus-minta-tolong-senter-hp-mahasiswa.html
Melihat api semakin membesar, warga segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran serta personel Polsek Pandak untuk melakukan penanganan.
Berkat respons cepat petugas dan warga, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke bagian utama rumah. Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp 550.000.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/07/rayakan-1st-anniversary-personel-sip.html
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan hasil pemeriksaan di lokasi serta keterangan sejumlah saksi mengarah pada dugaan bahwa kebakaran disebabkan api tungku yang tidak dipadamkan setelah digunakan memasak.
"Api diduga berasal dari tungku yang masih menyala, kemudian menyambar tumpukan kayu kering di sekitarnya hingga merembet ke atap dapur yang mudah terbakar," ujar Iptu Rita.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/07/11-remaja-diamankan-usai-video-aksi.html
Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api, baik saat memasak dengan kompor maupun tungku tradisional.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur. Simpan bahan-bahan yang mudah terbakar di tempat yang aman dan jauh dari sumber api agar kejadian serupa tidak terulang," kata Iptu Rita.
(ALX)

Social Header