Breaking News

Yogyakarta dan Sejarah Pramuka di Indonesia ‎


Yogyakarta, INANEWS.id - Yogyakarta selalu menjadi daerah yang istimewa, selain bisa mempertahankan akar budaya Jawa, Yogyakarta juga tidak bisa dilepaskan dari sejarah terbentuknya organisasi kepanduan atau Pramuka.

‎Memperingati hari Pramuka ke 65 pada 14 Agustus 2026, kita selayaknya mengenal cikal bakal Pramuka di Indonesia, dan siapa yang mencetuskan organisasi yang mencetak generasi muda yang cerdas, berani dan cekatan ini.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/08/motor-tabrak-pembatas-jalan-di-tikungan.html

Gerakan Pramuka di Indonesia tidak terlepas dari peran seorang tokoh sentral dari Yogyakarta yaitu Raden Mas Dorodjatun atau lebih dikenal dengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

‎Pramuka resmi menjadi payung dari berbagai organisasi Kepanduan di Indonesia sejak tanggal 14 Agustus 1961. Dimana Sri Sultan Hamengkubuwono IX lah yang menjadi ketua Kwartir Nasional pertama.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/08/gbn-mi-diy-perkuat-organisasi-dewan.html

Sultan HB IX adalah Raja Kasultanan Yogyakarta yang berperan besar sebagai pendiri Pramuka Indonesia. Ia juga sempat menduduki jabatan Wakil Ketua Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas) Pramuka yang dipimpin Presiden Soekarno, kemudian menjadi Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pertama sejak 1961 sampai 1974.

‎Sebelum mengenal nama Pramuka, gerakan yang sudah hadir di Nusantara sejak awal abad ke-20 ini disebut Kepanduan. Sultan HB IX baru mencetuskan nama Pramuka berdasarkan inspirasi dari kata Poromuko atau “pasukan terdepan dalam perang”.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/08/dandim-gunungkidul-tutup-tmmd.html

‎Istilah Pramuka besutan Sultan Hamengkubuwana IX kemudian diejawantahkan menjadi Praja Muda Karana yang artinya adalah “Jiwa Muda yang Suka Berkarya”.

‎Memasuki tahun 1960, level Kepanduan Sultan HB IX sudah mencapai Pandu Agung atau Pemimpin Kepanduan. Tingkatan ini menyebabkan dirinya ditunjuk sebagai Wakil Ketua Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas) Pramuka bersama Brigjen TNI Dr. A. Aziz Saleh, sementara Ketua Mapinas adalah Presiden Soekarno.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/08/warga-semugih-gunungkidul-krisis-air.html

Tak hanya eksis di tanah air, Pramuka juga eksis di luar negeri, hal tersebut dibuktikan dengan Sultan HB IX menerima penghargaan dalam Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) atau Organisasi Kepanduan Internasional.

‎Berkat jasa-jasa tersebut, Sultan HB IX memperoleh julukan sebagai Bapak Pramuka Indonesia dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 1988 yang digelar di Dili, Timor-Timur.

‎(WAP)

© Copyright 2022 - INANEWS