Kulonprogo (DIY), INANEWS.id - Seorang remaja berinisial RFPM (14), warga Gamping, Sleman, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Progo, wilayah Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo, Jumat (1/5/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Korban sebelumnya diketahui datang ke lokasi bersama sejumlah temannya untuk bermain di sekitar sungai.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, korban sempat diingatkan oleh temannya agar tidak berenang karena kondisi arus sungai yang deras.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/sampah-jadi-polemik-di-rw-19.html
"Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan. Korban tetap berenang di aliran Sungai Progo yang saat itu arusnya cukup kuat," ujar Iptu Sarjoko dalam keterangannya.
Insiden bermula sekitar pukul 10.00 WIB saat korban bersama teman-temannya tiba di lokasi. Tak lama kemudian, korban turun ke sungai dan mulai berenang.
Saat berada di tengah aliran, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus hingga akhirnya tenggelam dan terseret arus sungai.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/05/tabrakan-dua-motor-di-jalan-wonosari.html
Melihat kondisi tersebut, teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, karena derasnya arus, upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan.
"Teman korban tidak berani menolong karena kondisi arus sangat deras dan membahayakan," kata Iptu Sarjoko.
Selanjutnya, teman korban meminta bantuan kepada warga sekitar. Sekitar pukul 15.26 WIB, tim gabungan yang terdiri dari relawan Kulonprogo, SAR Linmas DIY, dan Polairud Polda DIY melakukan pencarian serta penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/oknum-pppk-di-gunungkidul-terancam.html
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 16.10 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak sekitar 5 meter dari lokasi awal tenggelam.
"Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Santo Yusuf Boro untuk pemeriksaan lebih lanjut," ucap Iptu Sarjoko.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika kondisi arus sedang deras guna menghindari kejadian serupa.
(ALX)

Social Header