Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Pelepasan murid kelas enam di Madrasah Ibtidaiyah YAPPI Natah terasa menjadi momentum yang berbahagia bagi keluarga besar MI YAPPI Natah.
Pasal nya MI YAPPI Natah mendapatkan kabar terkait status lokasi Sekolah MI YAPPI Natah yang telah berstatus Tanah Kasultanan Yogyakarta.
Hal tersebut diungkapkan Kepala sekolah MI YAPPI Natah Dedi Irawan, S.Pd.I dalam sambutan dihadapan para wali siswa dan undangan kegiatan pelepasan siswa kelas enam MI YAPPI Natah. Selasa (9/6/2026).
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/kolaborasi-dprd-diy-dan-bpbd-diy.html
"Alhamdulillah, tadi saya mendapatkan kabar dari Pemerintah Kalurahan Natah kalo status tanah MI YAPPI Natah telah menjadi Tanah Kasultanan Yogyakarta," kata Dedi Irawan.
Kepada reporter INANEWS.id Dedi Irawan juga mengatakan hal serupa, dimana tidak terlepas dari adanya kerja sama dan sinergitas MI YAPPI Natah dan juga pihak Pemerintahan Kalurahan Natah.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/teror-beruk-di-permukiman-gading.html
Sebagi informasi MI YAPPI Natah pernah diberitakan media online Gunungkidul dimana media tersebut menuduh MI YAPPI Natah menggunakan tanah kas desa tanpa izin pihak Kalurahan, namun setelah dilakukan meditasi dan koordinasi antara pihak Dinas Tata Ruang Kabupaten Gunungkidul bersama Paniradya Keistimewaan Yogyakarta, proses perizinan pun menuai hasil.
"Ini proses panjang, dan dari yang tadinya kami difitnah dengan mengatakan penggunaan TKD tanpa izin, hari ini Alhamdulillah kami menerima kabar kalo status tanah sekolah kami telah mendapatkan izin dari Paniradya Keistimewaan Yogyakarta, tapi kita masih menunggu kepastian dari pihak Pemerintah Kalurahan Natah," ujar Dedi Irawan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/bakar-sampah-kayu-dapur-rumah-lansia-di.html
Dedi melanjutkan, usai terselesaikan nya urusan tanah dirinya bersama civitas akademika MI YAPPI Natah akan melakukan upgrade dalam institusi pendidikannya.
"Setelah ini banyak konsep dan program dimana kami akan menjadi lembaga pendidikan yang harus menjadi bagian dari mencerdaskan anak bangsa, dan ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto terkait Indonesia Emas pada 2045 mendatang dan juga menjadi pengawal Keistimewaan Yogyakarta," imbuh Dedi Irawan.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/anggota-dprd-diy-didik-kuswanto-beri.html
Sementara itu dalam pelepasan siswa kelas enam MI YAPPI Natah telah meluluskan 27 siswa pada tahun 2026. Adapun untuk siswa baru yang telah terdaftar hingga saat ini berjumlah 15 anak.
"Insyaallah pada ajaran tahun besok kami memiliki program mengkolaborasikan antara pendidikan keagamaan karena kami Madrasah Ibtidaiyah dengan program budaya kejogjakartaan dimana program pendidikan khas kejogjaan ini juga telah dicanangkan oleh Ngarsa Dalem, seperti apa konsepnya dalam waktu dekat kami ingin meminta arahan dari Dewan Pendidikan Yogyakarta Professor Sutrisno Wibowo," tutup Dedi.
(WAP)


Social Header