Breaking News

Merawat Keistimewaan Ngayogyakarta, Kalurahan Ngipak Gelar Pelatihan Penggunaan Pakaian Adat Ngayogyakarta ‎


Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Memaknai keistimewaan Yogyakarta salah satunya tercermin dari bentuk berpakaian, sehingga dalam berpakaian adat Yogyakarta harus mengerti filosofinya.

‎Untuk memahami filosofi dalam berpakaian adat Ngayogyakarta, Pemerintah Kalurahan Ngipak menggelar pelatihan penggunaan pakaian adat Ngayogyakarta. Kamis, (25/6/2026).

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/lansia-di-sedayu-bantul-tewas-ditabrak.html

Lurah Ngipak Bambang Setiawan S.Pd.I mengatakan kepada Reporter INANEWS.id bahwa secara filosofis masyarakat Jawa adalah masyarakat yang sadar, sadar atas dirinya dan sadar atas lingkungannya termasuk etika dalam berpakaian.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/polres-bantul-ungkap-dugaan-korupsi-kur.html

"Secara filosofis, kata "Jawa" berasal dari akar kata Jawi (atau ja), yang bermakna wangi, teratur, indah, atau berbudi luhur. Dalam konteks budaya dan falsafah hidup, filosofi Jawa adalah petunjuk kebijaksanaan kuno yang mengajarkan keselarasan, keseimbangan batin, dan penghormatan terhadap sesama, termasuk dalam berpakaian," kata Bambang Setiawan di balai Kalurahan Ngipak.


Bambang juga melanjutkan bagaimana Gunungkidul sebagai bagian dari Ngayogyakarta Hadiningrat haruslah bisa mengejawantahkan apa yang dimaksud Ngayogyakarta itu sendiri baik dari bahasa, tatakrama bertutur maupun tatakrama berbusana.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/pemkal-gedangrejo-beri-pembinaan.html

"Untuk saat ini kita sudah mulai membiasakan menggunakan pakaian adat Ngayogyakarta seperti hari ini Kamis Pon, kita semua pamong Kalurahan Ngipak menggunakan busana jangkep Ngayogyakarta, namun kita belum semua mengerti filosofinya, dengan kegiatan ini kita bisa lebih mengerti apa itu busana Ngayogyakarta dan filosofinya," kata Bambang.

(WAP)

© Copyright 2022 - INANEWS