Breaking News

Pemkal Gedangrejo Beri Pembinaan Satlinmas, Hadirkan Densus 88 dan Exalos Indonesia ‎


Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Membuat ketentraman dan ketertiban pada masyarakat tingkat bawah, Pemerintah Kalurahan Gedangrejo menggelar pembina keamanan dan ketertiban masyarakat pada satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas). Kamis, (25/26/2026).

‎Jogoboyo Kalurahan Gedangrejo Mumun Arif Musthofa mengungkapkan dalam pembinaan Satlinmas kali ini ada dua materi terkait keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/lansia-di-sedayu-bantul-tewas-ditabrak.html

"Untuk sesi pertama itu pembinaan dilakukan oleh Anggota Tim Densus 88 Mabes Polri dengan materi radikalisme pada anak-anak, sedangkan untuk sesi kedua itu materinya menangani konflik manusia dengan hewan, untuk hewan yang sering ada itu ular, untuk pemateri kami itu dari Exalos Indonesia," kata Mumun kepada reporter INANEWS.id di balai Kalurahan Gedangrejo.

‎Mumun melanjutkan bahwa kedua materi tersebut saat ini menjadi permasalahan yang kerap timbul di masyarakat saat ini.


‎"Radikalisme oleh anak ini kan karena dampak dari perkembangan informasi digital yang sangat masif, sehingga masyarakat harus bisa mewaspadai, seperti yang terjadi di Jakarta yang mana seorang anak sekolah mampu mendapatkan dan merakit sebuah bom, dan ini sangat meresahkan," ujar Mumun.

‎Mumun menjelaskan Kalurahan Gedangrejo yang karakteristik masyarakat heterogen ini sangat mudah sekali dirasuki oleh faham-faham radikalisme terutama para anak dan remaja yang sering melakukan interaksi melalui jejaring internet.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/curi-hp-tetangga-di-bantul-pria-ini.html

Untuk sesi kedua dari Exalos Indonesia, terkait pengenalan ciri ular berbisa maupun kecendrungan ular yang seringkali bersarang dalam rumah, Mumun meminta kepada para peserta pembina Satlinmas agar dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi di masyarakat.

‎"Kita harus mengenali bagaimana ular itu tertarik dengan tempat-tempat yang sering dijadikan sarang mereka, dan bagaimana kita harus melakukan tindakan bila kita berhadapan oleh reptil berbisa ini, makanya kita mendatangkan tim dari Exalos Indonesia ini sebagai pakar ular atau komunitas reptil untuk memberikan pengetahuan kepada para satlinmas agar bisa melakukan penanganan pertama bila terjadi sesuatu," ujar Mumun.

(WAP)

© Copyright 2022 - INANEWS