Breaking News

Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa, Bambang Wisnu Handoyo: Pilur Harus Jadi Langkah Awalnya


Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Momentum pemulihan lurah harus bisa dijadikan restorasi sosial dalam penguatan nilai-nilai kesetiakawanan, yang berdasarkan budaya Jawa dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.

‎Pemerhati Budaya dan keistimewaan Yogyakarta Bambang Wisnu Handoyo mengungkapkan hal tersebut kepada reporter INANEWS.id saat menjadi narasumber di Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo. Jumat, (24/7/2026).

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/07/warga-bantul-digegerkan-penemuan-pria.html

Bambang juga mengkritisi mulai lunturnya rasa kesetiakawanan sosial pada masyarakat di Yogyakarta, sehingga perlu adanya merestorasi kembali jiwa kesetiakawanan melalui pemerintah tingkat bawah khususnya pemerintah Kalurahan.

‎"Jaman ini berubah cepat, dan kita merasa gagap dengan perubahan cepat ini, namun kita tetap harus mempertahankan budaya teposeliro, budaya keperdulian sosial ala keYogyakartaan sehingga kita bisa mempertahankan akar budaya kita untuk  anak-anak kita pada generasi selanjutnya," kata Bambang Wisnu Handoyo kepada reporter INANEWS.id di balai Kalurahan Gedangrejo.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/07/ada-rehabilitasi-irigasi-gempolan-arus.html

Bambang menambahkan bagaimana para lurah yang akan berkontestasi pada tahun ini dan tahun 2027 mendatang memahami undang-undang keistimewaan sehingga nantinya memiliki visi dan misi yang jelas dalam menjaga keistimewaan Yogyakarta yang didalamnya memiliki budaya sosial yang sangat kental.

‎"Kita sudah tidak melihat budaya 'sambatan' pada masyarakat kita, itu menandakan masyarakat Yogyakarta ini sudah hidup secara individual, padahal hidup semacam itu tidak ada dalam kamus orang-orang Jawa, bagaimana kita tidak perduli lagi dengan rumah tetangganya yang mau rubuh, semua semua gue kalo kata orang Jakarta, ini kan bukan mencirikan Keistimewaan Yogyakarta," imbuhnya.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/07/laka-maut-di-jalan-nanggulan-dekso.html

Bambang Wisnu Handoyo berharap para lurah yang terpilih besok dapat memahami esensi budaya sosial masyarakat Jawa sehingga menurutnya fungsi sebagai pemangku keistimewaan Yogyakarta bisa di praktekkan dalam keseharian.

‎"Ya, kalo para Lurahnya tidak mengerti bahwa dirinya adalah pemangku keistimewaan Yogyakarta maka dia juga tidak mengerti budaya Jawa dalam kerangka sosial nantinya, kalo seperti itu bagaimana kita bisa mencapai kesejahteraan sosial pada masyarakatnya," tutupnya.

(WAP)

© Copyright 2022 - INANEWS