INANEWS.id - Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat kepanikan masyarakat yang mendiami dua kepulauan sekaligus, masyarakat yang beradab di Pulau Sumatera maupun masyarakat yang ada di Pulau Jawa, terkhusus warga Jabodetabek.
Tak hanya mengaktifkan tiga gunung lainnya, abu vulkanik gunung anak Krakatau ini juga berdampak terhadap penutupan empat bandara sekaligus.
Pakar Vulkanologi Indonesia Surono mengatakan bahwa Gunung Anak Krakatau ini adalah gunung api muda yang sangat wajar dia meletus dan akan bertambah tinggi dan besar.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/kecelakaan-di-jalan-sambipitu-nglipar.html
"Bahwa anak Krakatau ini kan gunung api muda ya, jadi sudah sewajarnya dia sering meletus dan menjadi besar, bahwa letusannya menjadi besar dan tinggi sudah menjadi konsekuensi anak Krakatau itu sudah semakin besar dan tinggi," kata Surono.
Surono mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bahaya sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Jadi yang harus diwaspadai itu bukan dampak letusan langsung, tapi dampak abu vulkaniknya yang harus diwaspadai," ujar Surono.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/curanmor-di-jetis-bantul-digagalkan.html
Surono menjelaskan bahwa abu vulkanik gunung anak Krakatau mengandung silika bahan pembuat kaca yang keras. Jadi gunakanlah masker untuk menutup hidung dan mulut agar tidak menghirup kandungan silika ini.
"Apabila terkena mata kita jangan langsung di gosok-gosokkan mata kita tapi langsung dicuci, karena barang itu keras jangan sampai kena kornea mata kita, kalo abu ada dikaca mobil jangan langsung dibersihkan menggunakan bahan yang basah tapi harus disiram dulu, karena bisa menggores kaca mobil," tuturnya.
Untuk penutupan empat bandara, Surono meminta masyarakat memakluminya karena abu vulkanik gunung anak Krakatau bisa merusak mesin pesawat terbang.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/motor-dirampas-dan-korban-ditendang.html
"Jika silika itu masuk ke mesin jet maka mesin jet itu akan mati di ketinggian tertentu, dan ini berbahaya bagi penerbangan," beber Surono.
Surono menyayangkan saat gunung anak Krakatau erupsi disaat tidak musim hujan sehingga bahaya abu vulkanik gunung anak Krakatau ini bisa terbang kemana-mana.
Dari informasi yang diterima redaksi INANEWS.id, abu vulkanik gunung anak Krakatau sudah memasuki wilayah Jawa Tengah dan juga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga masyarakat Yogyakarta diimbau untuk mewaspadai paparan abu vulkanik gunung anak Krakatau ini.
(WAP)

Social Header