Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Pemilihan Lurah (Pilur) serentak memasuki tahapan pengambilan nomor urut bagi para bakal calon lurah (Bacalon) menjadi calon lurah.
Dari pantauan INANEWS.id di Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari Empat Kandidat calon lurah telah mengambil nomor urut. Selasa, (8/9/2026).
Menariknya diantara empat calon lurah ada salah satu calon lurah masih relatif muda dalam kontestasi Pilur lurah serentak pada tahun 2026 ini.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/air-keruh-diolah-jadi-air-bersih-polda.html
Suronto, S.Kom., menjadi calon lurah termuda yang terdaftar menjadi calon lurah Watugajah dengan nomor urut dua.
Kepada INANEWS.id Suronto mengatakan saatnya yang muda yang tampil kedepan, karena tantangan jaman saat ini kalurahan atau pemerintah desa harus memiliki visi, misi dan energi yang full power.
"Mungkin saya menjadi perwakilan pemuda dalam kontestasi Pilur tahun ini ya, karena menurut saya anak muda harus bisa mewarnai tidak diwarnai, anak muda harus mau berkontribusi bagi masyarakat banyak," kata Suronto kepada INANEWS.id, Selasa, (8/9/2026).
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/polisi-gerebek-kamar-kos-di.html
Suronto menambahkan melihat kondisi kecepatan informasi di era digital seperti saat ini, dirinya melihat mobilitas informasi menjadi jembatan dan transparansi dalam melakukan pembangunan.
"Kalurahan Watugajah ini wilayah yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, sehingga banyak masyarakat yang menyoroti pembangunan yang ada di Watugajah ini, jadi untuk meningkatkan kepercayaan kepada pemerintahan harus adanya transparansi dalam pelaksanaan pembangunan, dan memang saat ini desa atau kalurahan itu menjadi sorotan pemerintah pusat, jadi menurut saya anak muda harus tampil, anak muda yang memiliki akses jaringan, baik di parlemen maupun pemerintah di tingkat pusat sehingga bisa mencari terobosan dalam pembangunan," ujar Suronto.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/pencurian-rokok-di-warung-ponjong.html
Suronto juga meminta kepada masyarakat bila dirinya terpilih nanti, sikap tepo seliro dan guyub rukun menjadi modal utama dalam melaksanakan pembangunan di tingkat pemerintahan paling bawah ini.
"Modalnya membangun itu sebenarnyakan simpel masyarakat yang guyub, pemimpinnya bisa mencari terobosan dimana saat ini kita sedang terkena efisiensi anggaran, dan juga pemimpin yang memiliki skala prioritas, ora Kabeh Kabeh diayahi, step by step," tuturnya.
(WAP)

Social Header