Klaten (Jawa Tengah), INANEWS.id - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Kabupaten Klaten, sebelum digelandang ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan oleh KPK usai terkana operasi senyap tangkap tangan.
"Mohon saya dimaafkan kalau ada salah. Saya mengikuti proses hukum yang berlaku. Mohon maaf telah mengecewakan," kata Hamenang sambil mengatupkan kedua tangan sebelum masuk ke dalam mobil, Kamis malam, (15/10/2026).
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/10/perkuat-sinergi-dengan-kejati-diy.html
Dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan penyidik KPK, Hamenang dibawa menuju mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi AD-1948-YK yang terparkir di halaman Mapolresta Klaten.
Sebelumnya Hamenang di periksa KPK selama 14 jam oleh tim penyidik KPK di Mapolresta Klaten, pemeriksaan orang nomer satu di Kabupaten Klaten ini berlangsung di lantai satu Mapolresta Klaten sejak pukul 08.00 WIB dan berakhir hingga pukul 22.00 WIB.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/10/bupati-klaten-hamenang-dikabarkan.html
Guna pemeriksaan lebih lanjut Hamenang langsung dibawa ke Jakarta dengan menggunakan moda transportasi kereta api.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dengan mengamankan 19 orang dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Kabupaten Klaten.
“Di mana dalam peristiwa ini, Tim KPK mengamankan sejumlah 20 orang di wilayah Klaten dan Jakarta,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya pada Kamis malam.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/10/kunjungi-pt-wmu-di-gunungkidul-mentan.html
Dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK, selain mengamankan 20 orang komisi antirasuah ini juga mengamankan uang sebesar 1 milyar.
“Masih proses hitung. Hitungan awal sementara sekitar Rp 1 miliar,” tuturnya.
(WAP)

Social Header