Breaking News

Lebih dari 1.400 Pendaftar Serbu Seleksi Polri 2026 di Polda DIY, Ini Rinciannya


Yogyakarta, INANEWS.id - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan perkembangan pelaksanaan Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 Panitia Daerah (Panda) DIY. Informasi tersebut disampaikan pada Kamis (9/4/2026) berdasarkan data yang dihimpun oleh Biro SDM Polda DIY terkait proses pendaftaran dan tahapan seleksi yang sedang berlangsung.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K. dalam keterangannya pada Kamis (9/4/2026), menjelaskan bahwa pendaftaran penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 telah dibuka sejak 9 hingga 30 Maret 2026, yang meliputi pendaftaran secara online serta verifikasi administrasi di tingkat panitia daerah.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/modus-cod-pelaku-edarkan-11479-pil.html

“Berdasarkan data sejak 9 hingga 30 Maret 2026, animo pendaftaran mencapai 1.407 orang, terdiri dari 1.135 pria dan 272 wanita,” ujar Komisaris Besar Polisi Ihsan, S.I.K.

Secara rinci, jumlah pendaftar pada masing-masing jalur seleksi meliputi Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) sebanyak 102 orang (90 pria dan 12 wanita) dan hanya melalui jalur reguler. Pada jalur Bintara Polri tercatat 1.241 pendaftar (981 pria dan 260 wanita), sedangkan Tamtama Polri terdapat 64 pendaftar online yang seluruhnya pria.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/gran-max-hantam-pejalan-kaki-di-depan.html

Kabidhumas, menambahkan bahwa saat ini tahapan seleksi yang sedang berlangsung di Panda DIY adalah Pemeriksaan Administrasi (Rikmin) Awal bagi peserta calon siswa Bintara dan Tamtama. Sedangkan peserta calon Taruna/Taruni Akpol telah melaksanakan Rikmin Awal dan dilanjutkan dengan Pemeriksaan Kesehatan Tahap I (Rikkes Tahap I) yang telah dilaksanakan pada Selasa (7/4/2026).


Dalam rangka menjamin proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, Polda DIY juga melibatkan unsur pengawasan internal maupun eksternal. Pengawasan internal dilakukan oleh Itwasda Polda DIY dan Bidpropam Polda DIY, sedangkan pengawasan eksternal melibatkan sejumlah lembaga independen seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Paksi Katon, UPTD Metrologi Kabupaten Sleman, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Kependudukan dan Pencatatan Sipil DIY, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V DIY, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) DIY serta Pusat Studi Forensika Digital UII.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/polisi-ungkap-kasus-kekerasan-seksual.html

Selain itu, sejumlah tahapan seleksi telah memanfaatkan teknologi informasi guna menjamin objektivitas penilaian, di antaranya pada pelaksanaan tes Psikologi dan Akademik yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), sehingga hasil tes dapat diketahui secara cepat dan transparan.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat, Panda DIY juga menyediakan layanan hotline penerimaan Polri melalui WhatsApp di nomor 0813-9277-7745. Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan maupun pengaduan terkait proses seleksi melalui barcode pengaduan Bidpropam Polda DIY.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/04/tiba-tiba-diserang-di-jalan-motor.html

Kabidhumas, menegaskan Polda DIY berkomitmen tetap konsisten melaksanakan proses rekrutmen dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BETAH) seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kami mengimbau apabila masyarakat mengetahui adanya indikasi kecurangan dalam proses rekrutmen ini dapat menginformasikan kepada kami melalui layanan hotline 0813-9277-7745 dan barcode pengaduan Propam untuk segera ditindaklanjuti. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jalannya proses seleksi agar tetap berlangsung dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel sehingga dapat menghasilkan anggota Polri yang berintegritas serta sesuai dengan harapan masyarakat,” tegasnya.

(ALX)

© Copyright 2022 - INANEWS