Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar kembali menorehkan prestasi dalam bidang lingkungan hidup.
Prestasi tersebut ditandai dengan diterimanya piagam penghargaan dari Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X kepada Lurah Pilangrejo. pada Kamis, (18/6/2026) di kantor Gubernur DIY Kepatihan, Yogyakarta.
Ditemui dikantornya, Lurah Pilangrejo Sunaryo mengatakan bahwa penghargaan yang diterima oleh pemerintah Kalurahan Pilangrejo khusunya Padukuhan Pilangrejo menjadi penyemangat warga Padukuhan Pilangrejo dalam menjaga alam.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/operasi-gabungan-di-playen-satpol-pp.html
"Kami sangat bangga dengan penghargaan yang kami peroleh dalam program kampung iklim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY kepada salah satu Padukuhan kami yaitu Padukuhan Pilangrejo," kata Lurah Pilangrejo Sunaryo di Kantornya. Jumat, (19/6/2026).
Sunaryo juga menjelaskan Program Kampung Iklim (ProKlim) adalah gerakan nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/terungkap-pelaku-pencurian-di-panjatan.html
"Program berbasis komunitas ini mendorong aksi nyata di tingkat dusun yang meliputi RW dan RT, jadi dalam program ini kami pemerintah Kalurahan Pilangrejo memajukan Padukuhan Pilangrejo sebagai Padukuhan yang mewakili Kalurahan Pilangrejo di Yogyakarta," ungkap Sunaryo.
Sementara itu Kepala Padukuhan Pilangrejo Ferry Hermawan kepada reporter INANEWS.id mengungkapkan kebanggaan yang tak terhingga dengan piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X.
Ferry mengatakan saat dalam program kampung lingkungan iklim ini Padukuhan Pilangrejo melakukan penghematan sumber air tanah dengan memanfaatkan air hujan sebagai kebutuhan sehari-hari dan juga kebutuhan pertanian.
"Dalam Program Kampung Iklim ini kami masyarakat di Padukuhan Pilangrejo sudah lama melakukan penghematan air tanah dengan memanfaatkan air hujan, sedangkan air hujan kami gunakan tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga saja namun juga untuk kebutuhan pertanian dan juga peternakan," ungkap Dukuh Ferry.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/pengendara-motor-di-gunungkidul-masuk.html
"Untuk peternakan kami mengubah Kohe (Kotoran hewan) menjadi pupuk penunjang pertanian sehingga pertanian kami tidak menggunakan pupuk kimia dalam prosesnya," imbuh Ferry.
Tak sampai disitu Dukuh Ferry juga mengajak masyarakat di Padukuhannya untuk bisa mengolah sampah rumah tangganya menjadi Zero residu.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/libur-sekolah-tiba-bgn-umumkan-hal-ini.html
"Untuk sampah kami tidak melihat hanya semata-mata sebagai sampah namun sampah bila dikelola dengan baik bisa menjadi banyak manfaat, untuk sampah organik kami mengolah menjadi pupuk cair dan pakan ternak untuk peternakan kami, sedangkan sampah non organik kami mengolahnya menjadi barang nilai tambah bagi masyarakat," ujar Ferry.
Ferry juga mengungkapkan dalam menghemat energi, masyarakat di Padukuhannya telah lama menggunakan genteng kaca dalam penerangan rumah sehingga dapat menghemat pemakaian listrik.
(WAP)


Social Header