Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Krisis Global makin terasa kebenarannya, dari seringnya pemadaman listrik dan juga makin tidak menentunya iklim dunia saat ini, sehingga mengganggu pola bercocok tanam dalam memproduksi hasil pangan.
Ditengah kondisi ketidak pastian ini sekelompok anak muda mencoba memanfaatkan lahan kosong yang digunakan untuk pertanian.
Dengan memanfaatkan lahan seluas 1100 meter persegi anak-anak muda di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo ini menanam berbagai macam tanaman hortikultura dari terong, cabai, timun hingga sayuran seperti bayam dan kangkung.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/banyak-melakukan-inovasi-ramah.html
Ketua II Tani Muda Karang Lor Asri Anika Ranjani mengungkapkan kegiatan bertani yang dilakukan oleh kelompoknya ini mendapat banyak respon positif dari para warga di Kalurahan Bejiharjo.
"Untuk anggota kami sebenarnya banyak ya mas, tapi karena ada yang bekerja juga maka yang aktif dalam kegiatan pertanian ini tingkat sekolah SMK dan SMP," kata Anika kepada reporter INANEWS.id, Sabtu, (20/6/2026).
Anika menyebut sebanyak 33 orang, aktif dalam kegiatan berkebun, dari proses penyiapan lahan, penyemaian hingga proses penyiraman yang dilakukan setiap sore.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/operasi-gabungan-di-playen-satpol-pp.html
"Untuk awal itu kami di support oleh Bu lurah kami, baik dari lahan, bibit hingga kalo kita harus sehabis beraktivitas pertanian Bu lurah sudah siap menyediakan es teh buat kami mas," ungkap Anika ringan.
Dari kegiatan ini Anika banyak mendapatkan apresiasi dari banyak warga terutama orang tua, yang mana dengan aktifitas pertanian ini dapat melepaskan ketergantungan anggota dengan gawai android.
"Yang yang tadinya malas ikut kegiatan, karena ada dorongan dari orang tua dan juga ajakan kawan mereka bisa beradaptasi tidak lagi sering main hp, lebih senang bermain dikebun dengan anggota yang lain, juga mereka bisa mengerti bagaimana proses bertani hortikultura mas," ujar Anika.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/terungkap-pelaku-pencurian-di-panjatan.html
Sementara itu Istri dari Lurah Bejiharjo Sigit Wibowo Nugroho, Eko Tatik Suryani mengatakan kelompok pertanian yang dibentuk nya ini bagian dari upaya memperkenalkan proses pertanian kepada generasi muda khususnya generasi Z.
"Kelompok ini mememg dibawah dari kerja-kerja PKK Kalurahan Bejiharjo yang mana saya pribadi menyediakan lahan untuk kegiatan anak-anak ini," ungkap Eko Tatik Suryani.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/06/pengendara-motor-di-gunungkidul-masuk.html
Tatik berharap dengan kegiatan ini masyarakat mampu memahami program ketahanan pangan yang digabungkan oleh pihak pemerintah pusat, dan juga mampu mencetak petani-petani muda yang mampu melanjutkan program ketahanan pangan.
"Untuk hasil pertanian ini besok kita jual pada masyarakat langsung, karena untuk produk pertanian seperti cabai, terong dan timun ini kan memang menjadi kebutuhan sehari-hari, jadi kami tidak kawatir kalo panen tidak ada yang beli, pasti ada yang beli," kata Eko Tatik Suryani.
(WAP)

Social Header