Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Dua orang perampok bersenjata lakukan perampokan Alfamart yang berada di Padukuhan Kepil, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen. pada Senin, (31/8/2026) malam.
Kapolsek Ngawen, AKP Arif Heriyanto, menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.22 WIB saat toko masih beroperasi.
“Telah terjadi pencurian dengan kekerasan di Alfamart wilayah Ngawen. Pelaku ada dua orang laki-laki dan saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar AKP Arif, Selasa (1/9/2026) pagi.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/hore-pemerintah-buka-kesempatan-guru.html
Dari aksi perampokan tersebut pelaku berhasil menggondol uang tunai sebesar 10,6 juta rupiah.
AKP Arif Heriyanto menjelaskan kronologis aksi perampokan berawal dari kedua pelaku datang menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih. Nomor polisi kendaraan tersebut tidak diketahui. Keduanya kemudian masuk ke dalam toko dengan masih mengenakan helm dan menggunakan masker yang menutupi sebagian wajah.
"Awalnya, kedua pelaku berpura-pura menjadi pembeli. Mereka menanyakan lokasi etalase lakban kepada karyawan. Setelah ditunjukkan, keduanya berjalan menuju tempat lakban," kata Kapolsek Ngawen.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/lurah-di-gunungkidul-dituding-tolak.html
Karena merasa curiga dengan gerak-gerik kedua pria tersebut, salah satu karyawan kemudian meminta rekannya untuk mengawasi. Namun, saat karyawan kedua mendekat, salah seorang pelaku langsung membekap mulut korban menggunakan tangan.
Pelaku kemudian melakban bagian wajah dan tangan korban. Sementara pelaku lainnya mendatangi karyawan yang berada di meja kasir.
"Pelaku tersebut kemudian mengeluarkan senjata yang diduga pistol dan menodongkannya kepada korban. Dengan ancaman tersebut, korban diminta menunjukkan lokasi brankas penyimpanan uang," ungkapnya.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/08/ribut-soal-parkir-pria-di-bantul-tusuk.html
Korban akhirnya menunjukkan lokasi gudang tempat brankas berada. Salah satu pelaku kemudian membawa karyawan yang telah disekap masuk ke gudang, sementara pelaku lainnya tetap menodongkan senjata kepada korban.
Setibanya di depan brankas, korban diminta membukanya. Dalam kondisi berada di bawah ancaman pistol dan pisau, korban akhirnya membuka brankas tersebut.
Pelaku kemudian mengambil uang tunai yang berada di dalam brankas. Total uang yang dibawa kabur diperkirakan mencapai Rp 10,6 juta.
Baca juga: https://www.inanews.id/2026/08/14-tahun-undang-undang-keistimewaan-diy.html
Aksi kedua pelaku akhirnya terhenti setelah terdengar suara seorang pembeli masuk ke dalam toko. Mengetahui ada orang lain yang datang, kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih.
Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Petugas juga masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi serta memburu kedua pelaku.
(WAP)

Social Header