Breaking News

Pilur Kalurahan Bandung 2026: Sunarto, Nomor Urut 2, Usung "Mbangun Bandung Nganti Wangun"


Gunungkidul (DIY), INANEWS.id - Kontestasi Pemilihan Lurah (Pilur) Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, memasuki tahapan penting setelah tiga calon lurah resmi ditetapkan dan mendapatkan nomor urut.

Penetapan calon, deklarasi damai, serta pengundian nomor urut berlangsung di Balai Kalurahan Bandung, Selasa (8/9/2026). Tahapan tersebut menjadi awal persaingan tiga kandidat untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Hasil pengundian menetapkan Tony Kuntoro sebagai calon lurah nomor urut 1, Sunarto, S.ST., nomor urut 2, dan Mawal Edy Tri Kusmantya sebagai calon nomor urut 3.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/jadi-calon-lurah-watugajah-termuda.html

Di antara tiga kandidat tersebut, sosok Sunarto, S.ST., memiliki latar belakang birokrasi yang cukup panjang. Warga Padukuhan Bandung RT 23/RW 05 tersebut merupakan pensiunan aparatur sipil negara (ASN).

Meski tidak lagi muda, pengalaman Sunarto dalam pemerintahan dinilai menjadi salah satu modal penting untuk maju dalam Pilur Kalurahan Bandung 2026.

Pengalaman selama berada di lingkungan birokrasi membuat Sunarto memahami bagaimana pemerintahan bekerja, termasuk dalam aspek pelayanan publik, perencanaan pembangunan, serta pengelolaan program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/air-keruh-diolah-jadi-air-bersih-polda.html

Kini, setelah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai ASN, Sunarto memilih kembali turun gunung untuk mengabdikan waktu dan tenaganya bagi masyarakat Kalurahan Bandung.


Langkah tersebut selaras dengan tagline yang diusungnya, yakni "Mbangun Bandung Nganti Wangun." Tagline itu menjadi semangat Sunarto untuk membawa pembangunan Kalurahan Bandung agar semakin terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sunarto ingin pembangunan di Kalurahan Bandung tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/polisi-gerebek-kamar-kos-di.html

Menurut Sunarto, percepatan pertumbuhan ekonomi di tingkat kalurahan harus dimulai dari potensi yang dimiliki masyarakat. UMKM dan usaha produktif warga dinilai perlu mendapatkan ruang untuk berkembang melalui pembinaan, pemberdayaan, serta dukungan pemerintah kalurahan.

Selain penguatan UMKM, Sunarto juga menempatkan sektor pertanian sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan Kalurahan Bandung.

Kemandirian pangan, menurutnya, merupakan salah satu fondasi yang dapat menopang kemandirian ekonomi kalurahan. Karena itu, sektor pertanian tidak hanya dipandang sebagai kegiatan produksi pangan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/pencurian-rokok-di-warung-ponjong.html

Gagasan mengenai kemandirian pangan tersebut menjadi salah satu bagian dari visi dan misi yang dibawa Sunarto dalam mengikuti Pilur Kalurahan Bandung.

Ia berpandangan bahwa pembangunan ekonomi masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di Kalurahan Bandung.


Tidak hanya pembangunan ekonomi, Sunarto juga menaruh perhatian terhadap pelayanan publik, pemerataan pembangunan infrastruktur, jaminan sosial, pelestarian budaya, serta kerukunan masyarakat.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/ahli-vulkanologi-indonesia-ini-beberkan.html

"Ke depan, kami ingin membangun Kalurahan Bandung yang lebih baik, baik dari segi pelayanan publik, pembangunan infrastruktur yang merata, pemberdayaan UMKM dan pertanian, jaminan sosial, pelestarian budaya hingga kerukunan antarumat beragama," kata Sunarto.

Sebagai mantan birokrat, Sunarto juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih, terbuka, dan transparan. Menurutnya, pemerintahan kalurahan harus mampu memberikan pelayanan yang efektif sekaligus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

"Perubahan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan menjadi salah satu komitmen kami," ujarnya.

Baca juga: https://www.inanews.id/2026/09/kecelakaan-di-jalan-sambipitu-nglipar.html

Sunarto juga menyebut dirinya memiliki kondisi keluarga yang relatif mapan setelah menjalani masa pengabdian sebagai ASN. Kondisi tersebut membuatnya ingin lebih leluasa mencurahkan waktu dan tenaga untuk kepentingan masyarakat tanpa menjadikan jabatan sebagai tujuan pribadi.

Kini, dengan nomor urut 2, Sunarto membawa pengalaman birokrasi dan gagasan pembangunan sebagai bekal untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Pilur Kalurahan Bandung 2026 pun menjadi ruang bagi warga untuk menentukan sosok yang dinilai paling mampu membawa arah pembangunan kalurahan ke depan.

Deklarasi damai yang dilakukan ketiga calon menjadi harapan agar seluruh tahapan Pilur berjalan secara demokratis, tertib, dan kondusif. Persaingan politik di tingkat kalurahan diharapkan tetap menjaga persaudaraan dan kerukunan masyarakat Bandung.

(ALX)

© Copyright 2022 - INANEWS